Emak-emak Pembuat Batu Bata di Klaten Ini Dapat Ganti Rugi Tol Rp 1,1 M

ADVERTISEMENT

Emak-emak Pembuat Batu Bata di Klaten Ini Dapat Ganti Rugi Tol Rp 1,1 M

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 14:51 WIB
Proses pencarian uang ganti rugi lahan terdampak proyek Tol Yogya-Solo di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (13/1/2022).
Proses pencarian uang ganti rugi lahan terdampak proyek Tol Yogya-Solo di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (13/1/2022). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Seorang emak-emak atau ibu rumah tangga di Klaten, Tri Anjarwati (40), menjadi miliarder setelah mendapat uang ganti rugi tol Yogya-Solo. Emak-emak pembuat batu bata itu menerima uang Rp 1,1 miliar.

"Ini ya dapatnya sekitar Rp 1,1 miliar, pasnya lupa saya," ungkap Tri kepada detikcom usai menerima uang ganti rugi di Balai Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (13/1/2022).

Tri mengatakan luas tanah miliknya yang terdampak proyek Tol Yogya-Solo lebih dari 1.000 meter persegi. Tanah itu hak miliknya setelah diberi orang tua.

"Ini saya sendiri, kakak sudah sendiri. Satu patok sudah jadi dua sertifikat sama kakak saya," terangnya.

Meskipun telah menjadi miliarder dari uang ganti rugi proyek Tol Yogya-Solo, Tri mengaku tetap akan bekerja membuat batu bata. Sedangkan uang ganti rugi rencananya akan dibelikan sawah lagi.

"Ya tetap buat batu bata, uang akan dibelikan sawah lagi. Sejak dulu keluarga saya buat batu bata, buat batu bata penghasilan tidak mesti," pungkas Tri.

Warga penerima uang ganti rugi proyek Tol Yogya-Solo di Klaten lainnya, Nanang Pribowo, mengatakan ada dua petak lahannya yang kena tol. Total yang didapat Rp 3,1 miliar.

"Ada dua petak, total uang Rp 3,1 miliar. Ya alhamdulillah nanti untuk usaha sebagian dibelikan sawah lagi," ungkap Nanang yang juga punya toko pakaian.

Sementara itu, Kepala Desa Senden, Setyo Sugiyanto, menjelaskan terdapat 187 bidang tanah warga di desanya yang terdampak proyek Tol Yogya-Solo. Mulai dari sawah hingga lahan yang sudah berdiri bangunan rumah.

"Semua warga di sini setuju, tidak ada yang keberatan. Ada sawah dan ada juga pekarangan serta rumah, mudah-mudahan digunakan sebaik-baiknya," ucap Setyo.

Setyo mengaku pihak pemerintah desa sudah mengimbau warganya agar menggunakan uang ganti rugi tol untuk kebutuhan pokok. Sebab sejak ada proyek Tol Yogya-Solo, banyak sales masuk kampung menawarkan berbagai hal.

"Ya diimbau digunakan untuk kebutuhan pokok hidup, bisa dibelikan tanah lagi. Sebab banyak orang masuk kampung nawari berbagai hal, kadang tidak izin desa atau minimal RT RW," imbuh Setyo.

Simak juga 'Warga Klaten Demo Protes Gugatan Ganti Rugi Tol Yogya-Solo':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT