Kronologi Warga Pemalang Ungkap Mayat Gadis Disimpan di Rumah

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 16:43 WIB
Kepala Desa Pralakan, Pemalang, Nurlaela
Kepla Desa Pralakan, Pemalang, Noerlaela. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pemalang -

Terungkapnya keberadaan orang tua di Pemalang yang menyimpan mayat anaknya hingga 2,5 bulan di dalam rumah tidak lepas dari peran warga Desa Prakalan, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah.

Warga merasa curiga lantaran gadis berinisial SAR (14) tidak pernah terlihat beberapa waktu terakhir. Warga pun berinisiatif untuk menanyakannya ke orang tua SAR.

"Awalnya pihak tetangga curiga, kenapa anak yang bersangkutan tidak pernah terlihat. Dijawab orang tuanya lagi sakit," kata Kepala Desa Prakalan, Noerlaela, pada detikcom, Rabu (12/1/2022).

Namun, warga tidak puas dengan jawaban tersebut. Sejumlah warga mencoba mencari kepastian mengenai keberadaan SAR. Akhirnya, semuanya terungkap pada Minggu (9/1). Berikut kronologinya.

- Minggu 9 Januari 2022

Pukul 16.00 WIB

Menurut Noerlaela, warga tidak percaya begitu saja dengan keterangan orang tua SAR, Rahmad yang mengatakan bahwa anaknya sedang sakit. Beberapa warga berinisiatif untuk datang langsung ke rumah keluarga tersebut pada Minggu sore.

Hingga di rumah tersebut, warga akhirnya menemukan kondisi yang sesungguhnya. Mereka melihat SAR telah meninggal dan mayatnya disimpan di dalam rumah.

Warga segera melaporkan temuan tersebut ke perangkat desa.

"Kami menerima laporan dari warga terkait adanya mayat anak yang masih disimpan di rumah itu, pada hari Minggu dan langsung kita teruskan ke pihak Polsek dan Kecamatan, untuk berkoordinasi," ungkap Noerlaela.

Menurut Noerlaela, kecurigaan warga cukup beralasan. Sebab, Rahmad pernah melakukan hal yang sama pada saat adiknya meninggal.

Pukul 18.00 WIB

Menerima adanya laporan dari pihak desa, Kapolsek Moga AKP Dibyo Suryanto, bersama Muspika Moga, termasuk Camat, Danramil, puskesmas, melakukan koordinasi. Pada pukul 18.00 WIB rombongan itu berangkat ke rumah Rahmad.

"Saya telah menerima laporan dari Kepala Desa Plarakan, tentang adanya kejadian penemuan atau diketahui ada jenazah menurut kepala desa bahwa jenazah tersebut disimpan di suatu rumah, namun demikian warga tidak mau tidak berani yang mendatangi tempat tersebut karena sesuatu hal. Akhirnya saya bersama dengan muspika ke TKP," kata AKP Dibyo.

Hingga tiba di lokasi, pada awalnya keluarga tidak mengizinkan rombongan itu untuk melihat langsung kondisi SAR. Melalui negosiasi yang cukup alot, mereka akhirnya bisa melihat kondisi mayat SAR yang disimpan dalam rumah.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.