#detiktif

Pamit Nonton Kuda Lumping, Gadis ABG di Banjarnegara Menghilang

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 17:15 WIB
Dewi Nur Hasanah ABG asal Desa Situwangi, Kecamatan Rakit, Banjarnegara yang dikabarkan hilang
Dewi Nur Hasanah ABG asal Desa Situwangi, Kecamatan Rakit, Banjarnegara yang dikabarkan hilang. (Foto: dokumen keluarga)
Banjarnegara -

Seorang gadis remaja bernama Dewi Nur Hasanah asal Desa Situwangi, Kecamatan Rakit, Banjarnegara dikabarkan hilang. Ia meninggalkan rumah sejak Minggu (9/1/2022) lalu.

Saat itu, siswi Madrasah Tsanawiyah tersebut pamit pergi hendak menonton pertunjukan kuda lumping bersama teman dekatnya sesama perempuan. Namun hingga kini, Selasa (11/1), ia belum juga pulang.

"Pergi meninggalkan rumah hari Minggu (9/1) kemarin. Katanya mau nonton kuda lumping sama temannya. Namanya Sulis. Tetapi sampai sekarang belum pulang," terang keluarga Dewi, Ulin Nur Arafiq, saat dihubungi detikcom, Selasa (11/1/2022).

Pihak keluarga mengaku sudah berusaha mencoba mencari Dewi Nur Hasanah ke rumah saudara dan teman-temannya. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.

"Kalau dicari ke rumah saudara dan teman-temannya sudah. Tetapi tidak ada," lanjutnya.

Saat meninggalkan rumah, Dewi Nur Hasanah mengenakan kaos dan jaket putih serta celana jeans hitam. Sedangkan ciri-ciri lain adalah rambut panjang.

"Untuk ciri-cirinya rambutnya panjang, untuk postur tubuh juga tidak terlalu tinggi," ujarnya.

Ia curiga kepergian Dewi Nur Hasanah lantaran terpengaruh teman dekatnya. Pasalnya, sebelum ini teman dekatnya pernah meninggalkan rumah.

"Kalau untuk Dewi Nur Hasanah ini baru pertama kali meninggalkan rumah seperti ini. Tetapi kalau temannya sudah pernah (meninggalkan rumah) sebelumnya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Situwangi Sutrisno membenarkan adanya informasi warganya yang meninggalkan rumah tersebut. Ia juga menyebut teman Dewi Nur Hasanah kerap meninggalkan rumah.

"Itu temannya istilahnya anak 'punk'. Jadi sudah beberapa kali meninggalkan rumah. Jadi ini yang satunya itu terbawa temannya itu," jelas Sutrisno.

Selama ini, ia mengaku sudah sering berpesan agar tidak mudah terjerumus saat bermain media sosial. Ia bahkan meminta kepada mereka agar lebih sering melakukan kegiatan di desanya.

"Sebenarnya sudah saya arahkan untuk bermain voli saja di sini. Tetapi malah seperti ini. kami juga sering mengarahkan agar tidak mudah terjerumus saat bermain medsos," tambahnya.

(ahr/rih)