Targetkan PLTSa Beroperasi April, Gibran: 10 Tahun Solo Akan Kekurangan Sampah

ADVERTISEMENT

Targetkan PLTSa Beroperasi April, Gibran: 10 Tahun Solo Akan Kekurangan Sampah

Ari Purnomo - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 14:50 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menerima bantuan alat berat di TPA Putri Cempo, Senin (10/1/2022).
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menerima bantuan alat berat di TPA Putri Cempo, Senin (10/1/2022). Foto: Ari Purnomo/detikcom
Solo -

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menargetkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putra Cempo dimulai pada April 2022. Beroperasinya pengolahan sampah modern ini bakal mengurangi sampah di TPA secara signifikan.

"Ini kita kejar deadline April pengolahan sampah (PLTSa) sudah jalan. Semester dua alatnya akan datang lagi, gasifier, untuk membakar sampah," kata Gibran kepada wartawan di sela penyerahan bantuan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) di TPA Putri Cempo, Senin (10/1/2022).

Gibran juga mengatakan, beroperasinya pengolahan sampah akan membuat tumpukan sampah di TPA habis dalam waktu 10 tahun.

"Materialnya (sampah) mencukupi untuk listrik, kejar gunung (sampah) kita habiskan, 10 tahun Kota Solo akan kekurangan sampah dan sampah akan kita datangkan dari Solo Raya. 10 tahun habis gunungannya,"ujar orang nomor satu di Kota Solo itu.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo Gatot Sutanto menambahkan, kondisi TPA Putri Cempo sudah overload sejak 2010. Karena tidak ada alternatif lain untuk membuang sampah, maka TPA Putri Cempo tetap digunakan sampai sekarang.

"Dari tata kelolanya sudah overload sejak 2010, tapi tidak ada tempat lain. Jadi sampai sekarang masih digunakan untuk menampung," paparnya.

Menurut Gatot, volume sampah yang masuk ke TPA rata-rata 300 ton per hari dari wilayah Solo saja. "Kalau sedang hujan ya beratnya nambah sedikit. Ini semua sampah dari Solo, itu saja sudah kewalahan," ungkapnya.

Sedangkan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jateng KemenPUPR Cakranegara mengatakan, bantuan alat berat salah satunya untuk mendukung operasional PLTSa.

"Dua alat berat buldoser dan eskavator ini senilai Rp 4,4 miliar. Ini merupakan konsep kolaborasi pengentasan masalah sampah di Kota Solo," kata Cakranegara.

(dil/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT