ADVERTISEMENT

PDIP Ragukan Survei Charta Unggulkan Gibran di Pilgub Jateng: Aneh, Ganjil!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 21:39 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Ilustrasi (Andhika Akbaransyah)
Semarang -

PDI Perjuangan menuding adanya keganjilan dalam survei Charta Politika soal Pilgub Jateng, di mana elektabilitas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka unggul telak di posisi wahid. Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bidang Politik, Abang Baginda Muhammad Mahfuz mengatakan, hasil survei tersebut bahkan bisa disebut sebagai kebohongan publik.

"Dalam setiap pilkada, PDI Perjuangan Jateng juga menggunakan survei sebagai salah satu pertimbangan menentukan strategi politik," kata Baginda dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (8/1/2022).

Namun, menurutnya ada keganjilan dari survei Charta Politika tersebut. Baginda menyebut, survei disebut dilakukan pada 28 September-3 Oktober 2021 yang lalu, namun hasil survei baru diumumkan Januari 2022.

"Ini aneh, ganjil. Survei September 2021 kemudian hasilnya dirilis Januari 2022," ujarnya.

"Padahal situasi politik sangat dinamis, situasi sekarang sudah jauh berbeda dengan dulu. Ini bisa disebut kebohongan publik," imbuh Baginda.

Sebelumnya diberitakan, nama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kembali masuk dalam survei pencalonan. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu disebut memiliki elektabilitas tertinggi dalam Pilgub Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya. Melalui cuitannya, Yunarto menyebut elektabilitas Gibran jauh di atas tokoh-tokoh lain.

"Pilkada jateng nanti sepertinya akan jadi isu nasional lagi kalo liat hasil survei terbaru... Nama Gibran jauh diatas nama-nama lain termasuk walkot semarang & wagub incumbent sekalipun... Akan beda ceritanya kalo disurvei pilkada DKI.. Isu politik dinasti potensi jadi beban...," cuit Yunarto, Jumat (7/1/2022).

Pada survei elektabilitas, Gibran mendapatkan angka tertinggi, yaitu 34,8 persen, kemudian disusul Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, dengan 9,3 persen dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, membuntuti dengan perolehan 6,9 persen.

Kemudian tokoh lain yang masuk bursa yaitu mantan Wagub Jateng Rustriningsih dengan elektabilitas 3,8 persen, Bupati Banyumas Achmad Husein 3,8 persen, dan Wali Kota Salatiga Yulianto 1,5 persen.

Pada survei popularitas, Gibran juga mendapatkan angka terbanyak, yakni 52,8 persen. Kemudian disusul Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dengan angka 10 persen dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan angka 6,5 persen.

(aku/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT