Terpopuler Sepekan

Heboh Wahana 'Ngopi in The Sky' Gunungkidul Berujung Penutupan oleh Pemda

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 10:33 WIB
Ngopi di Atas Awan Gunungkidul
Wahana Ngopi in the Sky di Gunungkidul. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul -

Obyek wisata Teras Kaca Pantai Nguluran, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul meluncurkan wahana baru yakni 'Ngopi in The Sky' atau ngopi di atas ketinggian kawasan pantai menggunakan gondola yang diangkat crane. Belakangan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menutup wahana tersebut karena dirasa kurang aman.

Tawarkan sensasi ketinggian

CEO Teras Kaca Nur Nasution menjelaskan, bahwa ide 'Ngopi in The Sky' terinspirasi tempat ngopi yang ada di luar negeri dengan menawarkan sensasi di ketinggian. Terlebih, Teras Kaca memiliki pemandangan yang indah dan cocok untuk merealisasikan ide tersebut.

Secara teknis, untuk gondola sendiri, Nur mengaku memilih yang berbentuk limasan. Nantinya, gondola tersebut diangkat menggunakan crane agar berada di ketinggian.

"Gondola sendiri dilengkapi kursi sebanyak 20 buah yang memutari meja dan di tengahnya ada ruang kosong untuk kru dan penyaji," ujar Nur kepada wartawan di Teras Kaca Gunungkidul, Minggu (2/1).

Ngopi di ketinggian 40 meter

Nur menyebut, saat mencapai ketinggian puncak sekitar 30 sampai 40 meter gondola dihentikan. Pada saat ini, pramusaji memberikan minuman pembuka dan crane lalu diputar ke sisi selatan lalu makanan dan minuman utama disajikan.

"Minuman inti serta biskuit disiapkan dalam nampan kecil. Nantinya pengunjung bebas memilih, kopi hitam, latte atau teh," ujar Nur.

"Ini pertama di Indonesia. Kami sebut Ngopi in the Sky atau ngopi di atas awan dan ini memang dibuat khusus di Gunungkidul," imbuhnya.

Dinilai berbahaya

Akan tetapi, wahana tersebut menjadi sorotan banyak kalangan terutama warga Yogya, salah satunya Roy Suryo. Roy menilai wahana ini berbahaya.

"Maaf, sebagai warga DI Yogyakarta, saya menilai wisata baru berjudul 'Ngopi in The Sky' ini berbahaya. Crane barang bukan untuk mengangkat orang-orang awam, apalagi wisata meski dengan double slink," ujar Roy Suryo, dalam pesan yang diterima detikcom.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mempertanyakan keamanan dari wahana tersebut. Dengan menaiki wahana itu, pengunjung diajak ngopi-ngopi di ketinggian menggunakan crane.

"Sebelum terjadi kecelakaan dengan korban jiwa, sebab crane tersebut jelas-jelas peruntukannya untuk barang, bukan manusia. Bahkan pengoperasiannya pun seharusnya oleh teknisi dengan menggunakan APD yang sesuai. Ini digunakan untuk masyarakat biasa, bahkan wisata, bisa anak-anak. Safety-nya cuma seat belt di 20 kursinya dan double sling," ujarnya.

Lihat juga video 'Kecewanya Pengunjung TMII Tak Bisa Masuk Gegara Batasan Jam Operasional':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya: Menuai polemik, Dinpar Gunungkidul pun turun tangan