3 Kali Gagal Bikin TPA Baru, Pemkab Magelang Beberkan Alasannya

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 19:36 WIB
Tempat pembuangan akhir (TPA) Pasuruhan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kondisinya overload. Begini penampakannya.
Tempat pembuangan akhir (TPA) Pasuruhan, Kabupaten Magelang. (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Pemkab Magelang memutuskan untuk menutup fasilitas tempat pembuangan akhir (TPA) Pasuruhan karena overload. Upaya mencari lahan pengganti berkali-kali gagal.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang sejak 2017 berusaha mencari lahan pengganti. Anggaran yang disiapkan juga cukup besar.

"Dulu 3 kali, anggarannya Rp 5 miliar semua. Yang jadi permasalahannya, laporan yang masuk ke kami kegagalan itu karena lebih pada karena syarat-syarat pengadaan tanah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Sarifudin saat ditemui, Jumat (7/1/2022).

Dalam pengadaan tersebut terdapat proses appraisal, yakni taksiran harga tanah dari penaksir independen tersebut yang menentukan batas minimal atas bawah dari harga jual tanah.

Dia mencontohkan, saat berusaha mencari lahan di kawasan Grabag, appraisal harga tanah di lokasi itu hanya Rp 60 ribu per meter.

"Sementara masyarakat mintanya Rp 200 ribu sehingga tidak ada kesesuaian, akhirnya gagal," kata dia.

Selain itu, banyak warga yang menolak saat pemerintah akan membuat TPA di sekitar lingkungannya. Penolakan itu membuat pihaknya kesulitan untuk melakukan kajian pembuatan TPA baru.

"Setiap orang menghasilkan sampah, tapi tidak semua orang mau wilayahnya menjadi TPA. Ini banyak penolakan tempat-tempat yang kita survei layak untuk TPA," kata dia.

Kendati demikian, Pemkab Magelang terus berupaya untuk mencari lahan pengganti TPA Pasuruhan yang sekarang kondisinya overload. Untuk itu, pada anggaran perubahan 2022 dianggarkan kembali.

"Di 2022 memang kita belum menganggarkan, tapi kami sudah matur Pak Bupati melaporkan kondisi TPA sekarang. Pak Bupati komitmen akan diupayakan untuk dianggarkan di perubahan tahun 2022," ujar dia.

Untuk TPA Pasuruhan, lanjut dia, saat itu ditutup dengan pengecualian.

"Ya ditutup dengan pengecualian. Artinya pengecualian itu yang masuk adalah plat merah hanya untuk memasukkan residu," kata dia.

(ahr/rih)