Round-Up

Alun-alun Yogya Dijual Virtual, Sultan Anggap Bak Mainan Monopoli

Heri Susanto - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 09:48 WIB
Media sosial ramai membicarakan penjualan virtual Alun-alun Utara Yogyakarta di situs nextearth.io. Bagaimana kondisi terkini di kawasan tersebut?
Viral Dijual Virtual, Begini Kondisi Terkini Alun-alun Utara Yogya. (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Yogyakarta -

Alun-alun Lor (Utara) Kota Yogyakarta, ramai diperbincangkan gegara dijual secara virtual di Metaverse. Meski heboh di media sosial, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menganggap hal tersebut tidak perlu ditanggapi berlebihan. Berikut sejumlah fakta yang terungkap seputar dijualnya Alun-alun Utara di dunia maya ini.

Dijual di situs nextearth.io

Penjualan Alun-alun Utara ini salah satunya disoroti oleh akun Twitter @ridlwandjogja. Akun ini menampilkan postingan tangkapan layar ingin membeli Alun-alun Utara Yogya di metaverse. Namun ternyata lokasi tersebut sudah dimiliki oleh orang lain.

Dalam tangkapan layar di situs nextearth.io, tampak Alun-alun Utara Yogya dibanderol harga 254 USDT. USDT sendiri adalah mata uang digital alias crypto currency.

Dari penelusuran di situs tersebut, selain Alun-alun Utara, ada Gedung Agung yang dijual 32,9 USDT. Sedangkan Kepatihan dijual dengan harga 17,39 USDT.

Sultan menganggap tidak perlu ditanggapi berlebihan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menganggap hal tersebut tidak perlu ditanggapi berlebihan. Menurutnya, penjualan Alun-alun Utara ini bak permainan monopoli saja.

"Ndak, itu virtual aja kok. Jadi kan ya, virtual itu (seperti) main monopoli," kata Sultan ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kamis (6/1).

"Nek nganggo dadu kae (kalau pakai dadu) dapat sekian, dapat sekian, bisa naik turun melewati tertentu, dapat uang kertas, bisa untuk membeli sesuatu, omah (rumah), hotel. Ya seperti itu," katanya memberikan gambaran.

Karena menganggapnya sebagai sebuah permainan, Sultan memilih untuk tidak menanggapi penjualan secara virtual itu secara serius. Apalagi, aset yang dijual secara virtual bukan hanya milik Keraton Yogyakarta saja.

"Lha kan Istana Negara (Gedung Agung) kan juga dijual," kata Sultan.

Menurutnya, aktivitas virtual itu pada dasarnya juga bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk oleh pihak Keraton Yogyakarta.

"Keraton Yogyakarta menyelenggarakan seperti itu, terus jual Alun-Alun Utara ya boleh," katanya.

Simak juga video 'Keraton dan Alun-Alun Yogyakarta Dijual, Ini Kata Sri Sultan HB X':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya: Pemda tegaskan ulah penjualan virtual tak berdampak apapun