Viral Alun-alun Utara Yogya Dijual Virtual, Pemda Anggap Belum Merugikan

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 14:26 WIB
Tangkapan layar penjualan Alun-alun Utara Yogyakarta di media sosial.
Tangkapan layar peanjualan virtual Alun-alun Utara Yogyakarta di media sosial. (Foto: Heri Susanto)
Yogyakarta -

Media sosial ramai membicarakan penjualan virtual Alun-alun Utara, Kepatihan, dan Gedung Agung Yogyakarta di situs nextearth.io. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan melakukan kajian terhadap penjualan tersebut.

"Kalau sudah merugikan, tentu langkah hukum akan kita lakukan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, ditemui di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Rabu (5/1/2022).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY ini mengungkapkan, sampai saat ini belum ada dampak dari penjualan virtual tersebut. Ia pun berharap, warganet yang melihat hal tersebut tak perlu untuk merespon berlebihan.

"Saya kira masyarakat sudah bisa konfirmasi dengan diri sendiri. Apa iya alun-alun didol (dijual)," katanya.

Selain itu, Aji menegaskan, pihaknya baru akan merespons aktivitas virtual itu saat dampaknya sudah benar-benar merugikan. Sebab, saat ini penjualan virtual itu ia anggap belum merugikan.

"Belum ada efeknya," katanya.

Melalui keterangan tertulis, Aji menambahkan, jual beli secara virtual alun-alun hingga Gedung Agung merupakan klaim sepihak. Ditya menjelaskan, klaim tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan pemilik sah ketiga aset fisik tersebut.

"Tidak ada relevansi dengan kepemilikan sah aset fisik tersebut," tegasnya.

Begitu pun dengan izin jual beli aset Keraton, Pemda DIY, maupun pemerintah pusat di Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta ini. Dia menyatakan Pemda sama sekali tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun.

"Pemda DIY tidak pernah bekerjasama, merekomendasikan, atau mengizinkan jual beli secara virtual terkait aset-aset apapun milik DIY," jelasnya.

Di Twitter, akun @ridlwandjogja menampilkan postingan tangkapan layar ingin membeli Alun-alun Utara di metaverse. Akun tersebut menampilkan screenshot harga jual Alun-alun Utara dengan harga 1,4 USDT atau mata uang crypto currency.

Dari penelusuran di situs tersebut, selain Alun-alun Utara, ada Gedung Agung yang dijual 32,9 USDT. Sedangkan Kepatihan dijual dengan harga 17, 39 USDT.

Simak juga 'Pemda DIY Minta Jangan Asal Gunakan Istilah Klitih':

[Gambas:Video 20detik]



(ahr/rih)