Tim SAR: Lokasi 4 Wisatawan Hanyut di Pantai Glagah Area Terlarang Kunjungan

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 21:05 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian di muara Sungai Serang, Pantai Glagah, Kulon Progo, Rabu (5/1/2022).
Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom
Kulon Progo -

Sebanyak 4 wisatawan asal Boyolali, Jawa Tengah hanyut di Muara Sungai Serang, kawasan Pantai Glagah, Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lokasi tersebut merupakan kawasan terlarang yang tidak boleh dimasuki wisatawan.

"Sebenarnya lokasi ini adalah kawasan terlarang, dan kami sudah beberapa kali memasang garis pembatas agar tidak dimasuki orang-orang, tapi sering dirusak," ungkap Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko saat ditemui wartawan di Muara Sungai Serang, Rabu (5/1/2022).

Aris mengatakan dilarangnya wisatawan memasuki kawasan tersebut karena rawan terjadi kecelakaan air. Ia mengungkapkan sebelum kejadian ini, sudah ada beberapa kali insiden laka air hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

"Sudah beberapa kali ada kecelakaan air di sini, sebelumnya pada awal tahun lalu itu ada anak kecil yang hanyut. Korban akhirnya ditemukan meninggal dunia. Karena itu daerah ini tidak boleh buat bermain air," ujar Aris.

Aris mengatakan meski telah dilarang kawasan muara sungai serang Pantai Glagah tetap ramai didatangi wisatawan. Ini karena di waktu-waktu tertentu muara tersebut bakal surut sehingga menarik perhatian untuk dikunjungi.

Namun, surutnya air di situ hanya sesaat, karena lokasi itu akan kembali digenangi air yang berasal dari Sungai Serang yang bertemu dengan pasang laut Pantai Glagah. Kondisi ini lah yang membuat lokasi itu sangat berbahaya untuk didatangi.

"Di sini bahaya banget. Kalau pas pasang laut, kedalaman airnya bisa mencapai 7 meter. Ditambah arus di sini juga deras," ucapnya

Diberitakan sebelumnya, 4 wisatawan asal Boyolali yang terseret arus itu adalah Radinka Putri (9), Ismadi (47), Fatih Deandra Auliaska (16) dan Zulfa Ulil Absa (16). Mereka menyeberang ke sisi timur muara yang saat itu masih dalam kondisi surut.

Ketika mereka hendak kembali menyeberang ke barat, sekitar pukul 17.30. WIB, air sudah tinggi dan deras. Namun, mereka tetap berupaya menyeberang. Atas kejadian itu, Fatih (16) ditemukan tewas. Sedangkan Randika (9) masih dalam pencarian.

Lihat juga video 'Lagi Cari Bocah Hanyut, Polisi di Mamasa Justru Tewas di Sungai':

[Gambas:Video 20detik]



(dil/mbr)