Jambret Emak-emak di Kudus, Seorang Satpam Diciduk Polisi

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 19:45 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi. Foto: Rachman Haryanto
Kudus -

Seorang satpam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dibekuk polisi. Satpam berinisial HY (29) itu nekat menjambret seorang emak-emak.

"Saat korban melaju dari arah timur ke barat (jalan Kudus-Pati), tiba-tiba pelaku memepet korban. Kemudian seketika pelaku mengambil dompet milik korban yang ditaruh di saku celana bagian belakang. Lantas pelaku pergi ke arah barat," kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).

Dijelaskannya, pelaku HY merupakan warga Kecamatan Jekulo, Kudus. Polisi menemukan pelaku hanya selang waktu dua jam dari kejadian. Pelaku dibekuk di rumahnya di Jekulo.

"Ya, (pelaku) satpam, satpam di Semarang," ungkapnya.

Dia mengatakan pelaku melancarkan aksinya di jalan Kudus-Pati, Desa Terban, Kecamatan Jekulo. Pelaku mengincar emak-emak yang akan berangkat bekerja.

"Pelaku melancarkan aksinya di Jalan Kudus-Pati turut Desa Terban, Jekulo sekitar pukul 06.00 WIB. Saat kejadian, korban atas nama Siti hendak berangkat kerja mengendarai kendaraan," terang David.

Sebenarnya, korban sempat melakukan perlawanan. "Usai kejadian, korban tak tinggal diam, korban langsung mengejar pelaku. Hingga akhirnya pelaku terjatuh dari kendaraannya. Kemudian terjadi tarik-menarik antara korban dan pelaku," sambung dia.

David menjelaskan pelaku berhasil kabur. Namun korban mendapatkan bukti berupa helm dan pelat nomor sepeda motor yang dikendarai pelaku.

"Namun pelaku berhasil kabur. Tetapi dari usaha korban itu, berhasil didapatkan barang bukti. Pelaku meninggalkan helm warna putih biru dan pelat nomor," jelasnya.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 3,5 juta. Korban kemudian melaporkan kepada polisi.

"Tersangka benar mengakui melakukan perbuatannya dan saat penangkapan tanpa melakukan perlawanan selanjutnya dibawa ke Polres Kudus untuk proses penyidikan lebih lanjut," pungkas David.

(rih/ahr)