Tim SAR Setop Pencarian Wisatawan Bekasi yang Hilang di Parangtritis

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 18:41 WIB
Tim SAR Gabungan saat berkoordinasi di hari ketujuh pencarian warga Bekasi, Jawa Barat yang terseret ombak di Pantai Parangtritis. Rabu (5/1/2022).
Tim SAR Gabungan saat berkoordinasi di hari ketujuh pencarian warga Bekasi, Jawa Barat yang terseret ombak di Pantai Parangtritis, Rabu (5/1/2022). Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta
Bantul -

Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan operasi pencarian terhadap Fatih Abdi Muzaki (13) warga Cibitung, Bekasi, yang hilang terseret ombak Pantai Parangtritis, Bantul. Namun tim SAR gabungan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait jika ada temuan di pesisir pantai selatan Jawa.

Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta L Wahyu Efendi mengatakan, proses pencarian oleh tim SAR gabungan sudah dilakukan sejak tanggal 30 Desember 2021. Akan tetapi hingga hari ini Fatih belum bisa ditemukan.

"Hari ini pencarian memasuki hari ke-7, dan sampai pukul 17.00 WIB hasil pencarian masih nihil atau belum ditemukan," kata Wahyu melalui keterangan tertulis untuk wartawan, Rabu (5/1/2022).


Merujuk Undang-undang Pencarian dan Pertolongan Nomor 29 tahun 2014, operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari. Dan setelah 7 hari pencarian pihaknya akan berkoordinasi dengan semua unsur yang terlibat termasuk pihak keluarga korban. Selanjutnya, operasi pencarian akan ditutup dengan catatan jika ada temuan yang mengarah kepada korban akan dilanjutkan lagi.

"Pencarian akan di tutup di hari ke 7 atas persetujuan dari keluarga korban, namun apabila pada hari berikutnya korban ditemukan atau ditemukan tanda-tanda korban maka operasi dapat dibuka kembali," ucapnya.

Karena itu, meskipun operasi SAR telah ditutup, pihaknya tetap berkoordinasi dengan SAR, Ditpolair Polda DIY, SAR Satlinmas wilayah III Parangtritis serta SAR Satlinmas dari Gunungkidul sampai ke Pantai Glagah jika ada temuan benda mencurigakan.

"Selain itu kami juga berkoordinasi dengan nelayan di pesisir pantai selatan DIY serta berkoordinasi dengan rekan-rekan potensi pesisir Jawa Timur seperti Pacitan, Malang, Jember sampai ke Banyuwangi. Karena arus laut di hari kejadian dan selama pencarian arus laut mengarah ke timur," ujarnya.

"Namun tidak menutup kemungkinan korban terbawa ke arah barat dari lokasi kejadian. Jadi kami juga koordinasi dengan potensi SAR yang ada di pesisir bagian barat yaitu dari Purworejo, Kebumen sampai Cilacap," lanjut Wahyu.

Diberitakan sebelumnya, Fatih Abdi Muzaki (13) hilang setelah terseret ombak Pantai Parangtritis, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Kamis (30/12).

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Kabupaten Bantul M Arif Nugraha mengatakan, kejadian bermula saat korban dan rombongannya tiba di Pantai Parangtritis sekitar pukul 02.00 WIB. Rombongan tersebut berasal dari Pondok Pesantren Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

"Setelah tiba di Pantai Parangtritis mereka beristirahat di dalam bus. Selanjutnya sekitar pukul 06.00 WIB rombongan pondok pesantren ini mulai berjalan menuju Pantai Parangtritis," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (30/12/2021).

Selanjutnya, Dani Ahwan (15) warga Rancahwiruh, Pangkah, Tegal, Jawa Tengah beserta Fatih dan rekan-rekannya bermain air di laut. Namun, tiba-tiba gelombang pasang datang dan menyeret Fatih ke tengah laut.

"Melihat rekannya terseret gelombang rekannya (Dani) mencoba memberi pertolongan tapi keduanya justru ikut terseret gelombang," ujarnya.

Mendapati hal tersebut, tim SAR langsung melakukan pertolongan kepada kedua santri. Namun hanya satu santri yang berhasil diselamatkan.

"Untuk Dani Ahwan berhasil diselamatkan, tapi namun korban Fatih Abdi Muzaki hilang dan sampai saat ini belum ditemukan," ucapnya.

(ahr/rih)