Tidak Tega, Paliyem Cabut Aduan Anaknya yang Jual Perabot untuk Manjakan Pacar

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 16:38 WIB
Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Rabu (5/1/2022).
Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Rabu (5/1/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Paliyem, seorang ibu asal Pundong, Kabupaten Bantul, akhirnya mencabut aduan terhadap anaknya yang tega menjual perabot rumah hingga mempreteli genting rumah untuk memanjakan pacarnya.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menjelaskan bahwa kasus itu masuk kategori pencurian dalam keluarga sehingga korban dimungkinkan untuk mencabut aduannya.

"Sesuai dengan komitmen kami yang pernah kami sampaikan sebelumnya bahwa ini delik aduan dan beberapa hari yang lalu ibunya datang ke Polres untuk mencabut laporannya," kata Ihsan, Rabu (5/1/2022).

Pencabutan aduan itu membuat pelaku yang bernama DRS itu kini bisa keluar dari tahanan. Hanya saja, terkait penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), saat ini polisi masih harus berkoordinasi dengan kejaksaan.

Ihsan beralasan saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan telah berstatus P21.

"Sehingga yang bersangkutan kasusnya tentunya kita tangguhkan. Kasusnya sebetulnya sudah P21, sudah ranah kejaksaaan, tapi orang tua tersangka kan tahunya masih diproses polisi," ujarnya.

Meski DRS telah keluar dari tahanan, polisi masih tetap memintanya untuk menjalani wajib lapor. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemuda itu tidak berulah lagi.

"Untuk yang bersangkutan kita wajibkan lapor, dan nanti Bhabinkamtibmas secara rutin melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya," ucapnya.

Menurut Ihsan, Paliyen mencabut aduan itu dengan alasan tidak tega terhadap anaknya. Apalagi DRS merupakan anak tunggal.

"Ya bagaimana pun jiwa seorang ibu ya. Ibu itu kan pasti jiwa kasih sayangnya berharap dengan anaknya sudah ditahan beberapa hari bisa sadar sehingga munculah inisiatif mencabut laporannya.

Dalam kasus tersebut, Paliyem mengadukan anaknya ke polisi lantaran menjual perabot hingga genting rumahnya. Dia tega melakukannya demi bisa bersenang-senang dengan pacarnya.

Semula, Paliyem berkukuh tidak akan mencabut aduan tersebut. "Tetap tidak akan (mencabut aduan)," kata Paliyem saat dihubungi detikcom, Jumat (7/12/2021).

Beberapa pihak sempat mencoba mendamaikan Paliyem dengan anaknya, termasuk Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Namun, saat itu Paliyem tetap tidak bersedia mencabut aduan itu.

(ahr/rih)