Kisah Inspiratif

Bangkit dari Pandemi, Pemuda Difabel di Klaten Ini Rintis Usaha Angkringan

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 11:01 WIB
Pemuda difabel, Joko Uuk, membuka angkringan di jalan Pakis- Daleman, Kecamatan Wonosari, Klaten.
Pemuda difabel, Joko Uuk, membuka angkringan di jalan Pakis- Daleman, Kecamatan Wonosari, Klaten. Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Keterbatasan fisik bagi Sumarno Joko Mulyono (24) bukan halangan untuk bangkit dari keterpurukan di masa pandemi. Pemuda warga Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, ini merintis usaha angkringan setelah usaha jualan pulsanya sepi.

"Dulu sebelum pandemi jual pulsa di rumah. Dulu ramai tapi setelah pandemi kan pada pakai android beli pulsa, yang reguler sepi, tidak datang ke konter," ungkap pria yang akrab disapa Joko Uuk itu, di warungnya di tepi Jalan Pakis-Daleman, Desa Sekaran, Minggu (2/1/2022).

Joko menceritakan, usaha angkringan itu dirintis setahun terakhir. Angkringan yang diberi nama Angkringan Joko Uuk itu didirikannya di tengah pandemi.

"Sudah hampir setahun saya buka. Saya buka pas ganasnya COVID, sekarang sudah lumayan," jelas Joko.

Di awal merintis usaha itu, tutur Joko memang ada keraguan. Kendala itu karena keterbatasan fisik kedua tangan dan kakinya yang tidak seperti orang lumrah.

"Awalnya ya sempat grogi karena keadaan saya begini. Tapi lama-lama ya terbiasa, angkat-angkat awalnya tidak kuat tapi akhirnya bisa," papar Joko.

Pemuda difabel, Joko Uuk, membuka angkringan di jalan Pakis- Daleman, Kecamatan Wonosari, Klaten.Pemuda difabel, Joko Uuk, membuka angkringan di jalan Pakis- Daleman, Kecamatan Wonosari, Klaten. Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Untuk kegiatan berjualan seperti memasak atau menyuguhkan hidangan, kata Joko, semua aktivitas bisa dilakukannya. Tapi ada satu yang tidak bisa dikerjakannya sampai saat ini.

"Yang tidak bisa saya lakukan hanya tali-temali atau mengikat karena jari dan tangan harus meliuk, saya tidak bisa," lanjut Joko.

Joko mengaku dari usaha angkringan yang ditekuninya kini sudah mulai ada hasilnya. Setahun bisa menabung dan membeli sepeda motor roda empat.

"Alhamdulillah bisa beli motor. Saya buka setiap hari dari jam 06.00 sampai jam 17.00 WIB," ujar Joko.

Untuk makanan yang dijualnya, tutur Joko, ada setoran orang lain tapi ada yang dibuat sendiri.

"Makanan ada yang setoran orang tapi nasi buat sendiri. Kalau pas ramai tidak sampai sore biasanya saya sudah pulang," tambah Joko.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.