Kebakaran Ruang MRI RSUP Kariadi Semarang, Kerugian Ditaksir Miliaran

ADVERTISEMENT

Kebakaran Ruang MRI RSUP Kariadi Semarang, Kerugian Ditaksir Miliaran

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 15:32 WIB
Suasana terkini RSUP dr Kariadi, Semarang, yang sempat terbakar, Kamis (30/12/2021).
Suasana RSUP dr Kariadi, Semarang, yang sempat terbakar, Kamis (30/12/2021) malam. (Foto: dok Ganjar Pranowo)
Semarang -

Ruangan magnetic resonance imaging (MRI) beserta mesin MRI di RSUP dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran, Kamis (30/12) malam. Berapa kerugian yang dialami rumah sakit tersebut?

Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Parna, mengatakan belum diketahui pasti kerugian akibat kebakaran. Namun ia memastikan kerugian mencapai miliaran rupiah karena satu alat MRI harganya belasan miliar rupiah.

"Yang jelas (kerugian) kan pesawat MRI, kita belum tahu pasti (total kerugian). Ini pengadaan 2014, taksirannya miliaran," kata Parna kepada wartawan di Gedung Kasuari RSUP dr Kariadi, Semarang, Jumat (31/12/2021).

Selain kerugian mesin dan ruangan MRI, tidak ada dampak lainnya. Sebab dokumen-dokumen, obat dan pasien berhasil dievakuasi saat kejadian.

"Pasien, obat, dokumen semua bisa dievakuasi ke Paviliun Garuda," jelasnya.

Ia menjelaskan koordinasi masih dilakukan dengan kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran. Pihaknya juga masih mengkalkulasi total kerugian.

"Mudah-mudahan setelah berkoordinasi dengan teman-teman Polrestabes dan Inafis, Senin (3/1) bisa kita buka normal kembali," ujarnya.

Untuk diketahui, kebakaran terjadi di ruang MRI RSUP dr Kariadi Semarang sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (30/12) malam. Ruangan tersebut bagian dari gedung Kasuari namun terpisah dan hanya terhubung dengan lorong. Api tidak sampai ke gedung utama yang terdapat pasien menginap. Meski demikian evakuasi tetap dilakukan.

Ada 50 pasien yang dievakuasi saat kejadian. Dan pelayanan di Gedung Kasuari hari ini dialihkan semua ke gedung Garuda. Diperkirakan pelayanan Gedung Kasuari sudah bisa kembali berjalan normal pada Senin (3/1/2022).

(rih/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT