Kecelakaan Lalin Kota Magelang Meningkat, Didominasi Pelajar Tak Punya SIM

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 14:08 WIB
Jumpa pers akhir tahun Polres Magelang Kota, Jumat (31/12/2021).
Jumpa pers akhir tahun Polres Magelang Kota, Jumat (31/12/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang -

Angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Magelang Kota, Jawa Tengah, tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Kasus kecelakaan lalu lintas tersebut didominasi oleh pelajar yang belum memiliki SIM.

Berdasarkan data yang disampaikan Kasat Lantas Polres Magelang Kota, AKP Supriyanto, dalam jumpa pers akhir tahun hari ini, angka kecelakaan pada 2020 ada 188 kejadian, kemudian tahun 2021 ada sebanyak 237 kejadian atau naik 30 persen. Adapun korban luka ringan 2020 sebanyak 228 dan 2021 ada 279 korban luka ringan.

Kemudian untuk korban meninggal dunia tahun 2020 ada 25 orang dan tahun 2021 mengalami penurunan ada 22 orang meninggal dunia. Pada tahun 2020 ada pembatasan mobilitas yang dilakukan sehingga kejadian tidak signifikan.

"Terutama di 2020 itu karena pembatasan dari masing-masing kota terutama di Kota Magelang sungguh sangat signifikan dan mobilitas sangat berkurang karena ada pembatasan-pembatasan. Kemudian di tahun 2021 ini mengalami peningkatan karena mobilitas sudah bergerak, ekonomi sudah bergerak," kata Supriyanto kepada wartawan di Polres Magelang Kota, Jumat (31/12/2021).

Kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut, katanya, didominasi oleh usia 16 sampai 35 tahun. Kemudian yang paling banyak terlibat yakni pelajar belum memiliki SIM.

"Usia dari 16 sampai 35 tahun, itu yang paling signifikan untuk pelaku kejadian laka lantas. Terutama yang paling banyak adalah pelajar. Yang kebanyakan belum mempunyai SIM," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin mengatakan kejadian kecelakaan lalu lintas bisa dikarenakan faktor manusia, kendaraan, jalan dan lainnya.

"Faktor manusia, kendaraan, jalan. Yang jelas kami proaktif untuk mengantisipasi kejadian berikutnya. Jalan berlubang, kami proaktif menyampaikan kepada dinas terkait, pengaturan rambu, instansi terkait yang menangani," tutur Asep.

"Berbanding lurus antara aktivitas masyarakat yang meningkat dengan di jalan raya dengan angka kecelakaan lalu lintas. Kalau para pengemudinya kurang hati-hati sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas," ujar Asep.

(sip/ams)