3 Prajurit TNI Penabrak Handi-Salsa Dikonfrontasi, Kolonel P Otak Pembunuhan!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 13:16 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat memberikan keterangan di Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jumat (31/12/2021).
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat memberikan keterangan di Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkap sosok otak di balik dugaan pembunuhan berencana Handi Saputra (18) dan Salsabila (14). Fakta itu didapat dari hasil konfrontasi tiga prajurit penabrak sejoli yang kini sudah jadi tersangka dan ditahan.

"Jadi 3 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka terhitung sejak Rabu kemarin, (29/12/2021)," kata Andika saat meninjau vaksinasi massal untuk anak usia 6-11 tahun di SD Plebengan, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jumat (31/12/2021).

Menurut mantan KSAD ini, ketiga tersangka telah ditahan di tahanan militer Pomdam Jaya. Ketiganya, kata Andika, menempati ruang tahanan yang berbeda.

"Rabu kemarin 3 tersangka ini sudah dipindahkan ke satu instalasi tahanan militer di Pomdam Jaya, itu smart tahanan militer tapi di ruangan yang berbeda," ujarnya.

Selain itu, Andika mengungkapkan fakta baru dari penanganan kasus tersebut. Di mana inisiator kejadian yang menewaskan Handi-Salsabila mengerucut ke satu nama.

"Dari perkembangan kami akhirnya bisa mengkonfrontir ketiganya bahkan dalam satu pemeriksaan," ucapnya

"Dan memang yang menjadi inisiator sekaligus pemberi perintah untuk tindakan yang masuk dalam beberapa pasal tadi, termasuk pembunuhan berencana ini adalah Kolonel P. Nah, sehingga sudah terbukti dari konfrontasi ini," lanjut Andika.

Sebelumnya diberitakan, tiga prajurit TNI pelaku tabrak lari yang menewaskan Handi dan Salsabila yakni:

-Kolonel Infanteri Priyanto, Korem Gorontalo Kodam Merdeka, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado.
-Kopral Dua DA, Kodim Gunungkidul, Kodam Diponegoro, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.
-Kopral Dua Ahmad, Kodim Demak, Kodam Diponegoro, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.

Kasus ini berawal ketika sebuah mobil yang ditumpangi tiga pria menabrak Handi dan Salsa di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12) sore. Mereka mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam itu.

Pemobil langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit. Saksi mengungkapkan ciri-ciri tiga pria itu berbadan tegap.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengaja membuang tubuh sejoli tersebut.

Simak Video '5 Fakta Kasus Kematian Handi-Salsa Buat KSAD Dudung Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)