Usai Ganti Tampilan, Tugu Sa Gunung Tidar Magelang Kini Ditutup Terpal

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 14:51 WIB
Penampakan Tugu Sa di puncak Gunung Tidar dibalut terpal, Kota Magelang, Kamis (30/12/2021).
Penampakan Tugu Sa di puncak Gunung Tidar dibalut terpal, Kota Magelang, Kamis (30/12/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom
Kota Magelang -

Perubahan tampilan Tugu Sa di Gunung Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah, sempat ramai diperbincangkan. Kini Tugu Sa tampak dibalut dengan terpal. Mengapa?

Pantauan detikcom, Kamis (30/12/2021), jika sebelumnya Tugu Sa diubah bentuknya, kini dibalut dengan terpal warna biru.

Saat dimintai konfirmasi terkait penutupan Tugu Sa dengan terpal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Otros Trianto bicara soal cooling down.

"Sementara ditutup (pakai terpal). Nanti mau ada FGD, untuk mencari literasi yang jelas," kata Otros saat dihubungi wartawan, hari ini.

FGD itu nantinya akan melibatkan semua pihak terkait. Di antaranya budayawan dan sejarawan. Dia berharap dari FGD itu nantinya muncul kesepakatan terbaik tentang keberadaan Tugu Sa.

"Sementara ditutup dulu (Tugu Sa), agar tidak ada sesuatu yang ini. Cooling down dulu, nanti mau bagaimana setelah keputusan FGD dengan melibatkan semua pihak, semua unsur yang terkait budayawan, pelaku sejarah. Nanti titik temunya bagaimana supaya kita punya narasi dan literasi yang jelas," terang dia.

Diberitakan sebelumnya, penampilan berbeda Tu Sa di Kebun Raya Gunung Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah dipertanyakan oleh budayawan. Jika sebelumnya Tu Sa dikelilingi dengan pagar warna hijau kini tugu yang dianggap sebagai penanda Pakune Tanah Jawa itu berwarna cokelat gelap. Aksara Jawa 'sa' di bagian atasnya masih ada. Kemudian pagar yang melingkari tugu dicat warna putih.

Salah seorang budayawan Kota Magelang, Mbilung Sarawita, mempertanyakan perubahan tugu yang mengandung maksa Sapa, Salah, Saleh itu. Sebab tugu itu berdiri di lokasi yang memiliki nilai spiritual bagi warga.

"Kalau pendapat saya perubahan wujud tugu Sapa Salah Seleh itu harus dicari siapa yang mengganti, filosofinya apa, dasar sejarahnya apa," kata Mbilung saat ditemui wartawan di rumahnya, Kota Magelang, Jumat (10/12).

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang (DKKM) Muhammad Nafi menambahkan pembangunan di Kebun Raya Gunung Tidar harus memperhatikan nilai-nilai budaya yang ada.

"Sebetulnya sampai sekarang ini, saya selaku pribadi maupun sebagai Ketua DKKM belum mengerti dan belum mengetahui kewenangan siapa terkait keberadaan Tugu Sa Sa Sa di puncak Gunung Tidar," ujar Nafi kepada wartawan dalam pesan singkat, pada hari yang sama.

Lihat juga video 'Jalan-jalan ke Rumah Tenun Magelang yang Tawarkan Wisata Edukatif':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya...