Viral Cerita Netizen Jadi Korban Klitih di Depok Sleman, Polisi Pastikan Usut

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 14:24 WIB
Perempuan di rebut hpnya open pengendara motor
Ilustrasi kejahatan seksual. (Foto: Edi Wahyono)
Sleman -

Media sosial digegerkan dengan cerita seorang netizen yang mengaku menjadi korban klitih saat melintas di Underpass Kentungan, tadi malam. Adalah pengguna akun twitter @kinderpo*** yang mengunggah ceritanya.

Awalnya korban melintas di Underpass Kentungan, Depok, Sleman sekitar pukul 19.00 WIB malam. Dia berceritakan mulanya dipepet oleh dua orang.

"DEMI APA MASIH JAM SEGINI JOGJA KLITIH ****

Awalnya ada mobil catcalling ke aku tapi ku bodo amataun gasadar sebelah kiri udah ada motor mepet 2 orang kirain mau begal, eh tbtb megang tangan kiri ku reflek aku ngmng G*** *****," tulis akun itu seperti dilihat detikcom, Selasa (28/12/2021).

Dia mengaku setelah dipepet dua orang, tangan kirinya tiba-tiba perih. Ternyata setelah dilihat jaket yang ia kenakan telah robek dan ada luka seperti sayatan di tangannya.

Namun, dia mengaku tidak bisa mengenali pelat nomor kendaraan pelaku maupun ciri-ciri pelaku karena kondisi Underpass Kentungan yang gelap.

"Ini kejadiannya di UNDERPASS JAKAL yaaa, btw aku galiat plat atau ciri org karna gelap dan monmaap hujan2 dan mataku minus 3,5 jadi u know wht i mean muehehe but is okey kok. Dimanapun klen stay safe yaaaw," imbuhnya.

Diwawancara terpisah, Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi saat dimintai konfirmasi terkait hal tersebut mengaku akan segera menyelidiki kasus tersebut.

"Kami akan tetap menyelidiki. Termasuk kami meningkatkan kegiatan yang sifatnya preemtif, preventif baik meliputi patroli. Patroli akan kami tingkatkan lagi," kata Wachyu ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (28/12/2021).

Guna mencegah aksi kejahatan jalanan yang kembali marak, Wachyu akan meningkatkan pembinaan di masyarakat.

"Kami terus upayakan lagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya pembinaan kepada masyarakat, kemudian sifatnya intelijen akan kami tingkatkan," bebernya.

Di sisi lain, Wachyu juga meminta kepada masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan tindakan itu sebagai klitih.

"Ya silakan saja (korban melapor). Yang jelas jangan ada statement liar yang membuat masyarakat semakin resah," pungkasnya.

(ams/sip)