Walkot Salatiga Merasa Didukung Kak Seto soal Heboh PKK Atur Pakaian Muslimah

Wahyu Turi Krisanti - detikNews
Senin, 27 Des 2021 16:38 WIB
Wali Kota Salatiga, Yulianto, Selasa (4/8/2020).
Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, Selasa (4/8/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Salatiga -

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mendukung Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Salatiga, Jawa Tengah, soal imbauan muslimah memakai pakaian yang menutup aurat menyusul meningkatnya kasus kekerasan anak dan perempuan. Berikut ini tanggapan Wali Kota Salatiga Yuliyanto.

Menurut Yuliyanto, surat PKK yang mengatur tentang cara berpakaian untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman kekerasan seksual tersebut memiliki spirit yang baik. Yuliyanto mengungkapkan bahwa memberi perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tugas semua pihak.

"Tidak cuma hanya PKK saja yang ambil peran dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap pencegahan kekerasan perempuan dan anak," kata Yuliyanto di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (27/12/2021).

Yuliyanto juga meminta kepada organisasi masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi keagamaan dan forum kerukunan umat beragama (FKUB) untuk ikut andil dalam gerakan tersebut.

"Ada data kekerasan terhadap perempuan dan anak di Salatiga meningkat, maka semua elemen harus ikut mengambil peran dalam menyerukan perlindungan terhadap kekerasan perempuan dan anak di Kota Salatiga yang toleran," imbuhnya.

Terkait pernyataan dari Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto terkait surat tersebut, Yuliyanto menyebutnya sebagai tambahan energi untuk gerakan perlindungan perempuan dan anak dari ancaman kekerasan, terutama kekerasan seksual.

"Beliau (Kak Seto) menyampaikan upaya sekecil apa pun yang dilakukan dengan setulus hati untuk melindungi anak-anak, keluarga, dan masyarakat Indonesia adalah patut didukung dan dikampanyekan secara lebih luas lagi," terang Yuliyanto.

"Kalau kemarin ada peningkatan kasus, maka dengan adanya imbauan ini kasus kekerasan harus turun. Masyarakat juga harus terlibat dan jangan ragu melapor (jika ada kasus)," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral surat edaran Tim Penggerak PKK Kota Salatiga berisi imbauan muslimah memakai pakaian yang menutup aurat menyusul meningkatnya kasus kekerasan anak dan perempuan. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengapresiasi PKK Kota Salatiga yang telah mengingatkan keluarga tentang pentingnya anak-anak untuk berbusana secara baik.

Dalam siaran pers, Jumat (24/12), Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto mengatakan, bagi LPAI, upaya sekecil apa pun yang dilakukan dengan setulus hati untuk melindungi anak-anak, keluarga, dan masyarakat Indonesia adalah patut didukung dan dikampanyekan secara lebih luas lagi.

Diketahui, surat edaran PKK Kota Salatiga berisi imbauan muslimah memakai pakaian yang menutup aurat menyusul meningkatnya kasus kekerasan anak dan perempuan di Salatiga.

Saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/12), Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga Titik Kirnaningsih mengatakan bahwa maksud dari surat edaran tersebut untuk melindungi perempuan dan anak. Menurutnya, di Kota Salatiga ada kenaikan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Tercatat pada tahun 2020 terdapat 9 anak dan 9 perempuan mengalami kekerasan. Sementara di tahun 2021 tercatat 13 anak dan 10 perempuan mengalami kekerasan.

(rih/sip)