Kak Seto Angkat Bicara soal Surat PKK Salatiga Atur Pakaian Muslimah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 17:40 WIB
Surat imbauan Tim Penggerak PKK Kota Salatiga.
Surat imbauan Tim Penggerak PKK Kota Salatiga. (Foto: Istimewa)
Yogyakarta -

Viral surat edaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Salatiga, Jawa Tengah, berisi imbauan muslimah memakai pakaian yang menutup aurat menyusul meningkatnya kasus kekerasan anak dan perempuan. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengapresiasi PKK Kota Salatiga yang telah mengingatkan keluarga tentang pentingnya anak-anak untuk berbusana secara baik.

Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto mengatakan, bagi LPAI, upaya sekecil apa pun yang dilakukan dengan setulus hati untuk melindungi anak-anak, keluarga, dan masyarakat Indonesia adalah patut didukung dan dikampanyekan secara lebih luas lagi.

"Kejahatan seksual adalah akibat dari faktor majemuk. Semua faktor patut dikelola dengan sebaik-baiknya untuk menekan risiko terjadinya viktimisasi seksual terhadap keluarga khususnya anak-anak. Dalam konteks inilah, kami melihat Tim Penggerak PKK Kota Salatiga telah mengeluarkan imbauan terkait salah satu faktor terjadinya kejahatan seksual, yakni cara berbusana," kata Kak Seto dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (24/12/2021).

Kak Seto menjelaskan banyak penelitian empiris yang menghasilkan simpulan bahwa busana memang dijadikan sebagai cara untuk mengomunikasikan hasrat seksual sekaligus menarik perhatian seksual dari lawan jenis. Orang dengan gaya berbusana yang provokatif juga dipandang lebih berisiko mengalami pelecehan seksual dan memprovokasi terjadinya pelecehan seksual.

"Penilaian tersebut ternyata datang tidak hanya dari satu jenis kelamin saja, melainkan bisa dari perempuan dan lelaki. Juga banyak studi lainnya yang berkesimpulan serupa," ujarnya.

"Tentu, gaya busana apa pun tidak dapat dijadikan sebagai pembenaran bagi siapa pun untuk melakukan kejahatan seksual. Namun bertitik tolak dari sekian banyak riset yang relevan, sungguh realistis apabila masyarakat sama sekali tidak dapat mengabaikan gaya berpakaian sebagai salah satu faktor risiko," lanjutnya.

Menurut Kak Seto, pada sisi inilah imbauan Tim Penggerak PKK Kota Salatiga menemukan nilai strategisnya. Imbauan Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, dalam tafsiran LPAI, juga mengandung nilai luhur yang melampaui dimensi preemtif (preemptive) terhadap kejahatan seksual semata.

"Membaca imbauan tersebut secara utuh, kami melihatnya sebagai ajakan kepada keluarga untuk selalu menghayati nilai-nilai kehidupan mereka sebagai bagian dari bangsa yang religius dan beradab, keduanya merupakan cerminan hidup sebagai manusia yang Pancasilais," kata Kak Seto.

Selengkapnya di halaman selanjutnya..