Libur Natal, Kebun Binatang di Banjarnegara Diserbu Wisatawan

Uje Hartono - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 17:20 WIB
Pengunjung di Kebun Binatang Banjarnegara. Serulingmas Zoo kini mulai dipadati wisatawan, per hari tercatat ada 1.400 pengunjung.
Pengunjung di Kebun Binatang Banjarnegara (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Serulingmas Zoo Banjarnegara sempat ditutup saat PPKM level 3. Kini di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022 jumlah pengunjung kembali meningkat dan mencapai 1.400 orang per hari.

Direktur Serulingmas Zoo Lulut Yekti Adi mengatakan, setelah status PPKM turun menjadi level 2 objek wisata mulai dikunjungi wisatawan. Termasuk kebun binatang Serulingmas yang mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak November 2021 lalu.

"Setelah tidak ada kebijakan terkait penutupan obyek wisata karena PPKM, Alhamdulilah bertahap mulai ramai pengunjung. Kalau di Serulingmas sejak Bulan November kemarin sudah mulai ramai rombongan anak-anak sekolah," kata Lulut saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (26/12/2021).

Lulut menyebut selama libur Natal dan Tahun Baru tercatat jumlah kunjungan wisatawan lebih dari seribu wisatawan per hari. Jumlah tersebut sudah mendekati kunjungan wisatawan saat sebelum pandemi.

"Sekarang saat libur akhir tahun ini seribu kunjungan lebih. Bisa mencapai 1.400 wisatawan. Tapi ini masih di bawah saat sebelum pandemi. Kalau dulu per hari sampai 2.000 pengunjung," sebutnya.

Pengunjung di Kebun Binatang Banjarnegara. Serulingmas Zoo kini mulai dipadati wisatawan, per hari tercatat ada 1.400 pengunjung.Pengunjung di Kebun Binatang Banjarnegara. Serulingmas Zoo kini mulai dipadati wisatawan, per hari tercatat ada 1.400 pengunjung. Foto: Uje Hartono/detikcom

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan menjadi angin segar bagi pengelola Serulingmas Zoo. Pihak pengelola berharap tidak ada kebijakan penutupan objek wisata lagi.

"Harapan kami, kondisi pandemi terus membaik. Jadi tidak ada kebijakan untuk menutup obyek wisata. Meskipun kalau memang ada aturan untuk ditutup kami tetap mematuhi. Saat ini kami tetap buka tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

Meski begitu, Lulut mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pakan satwa pihaknya masih membuka donasi.

"Kalau secara keuangan, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan satwa. Karena kan sempat lama tutup. Untungnya ada beberapa yang memberikan donasi untuk pakan satwa," terangnya.

(ams/ams)