Ganjil Genap Belum Diterapkan di Pantai Glagah Kulon Progo, Ini Alasannya

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 15:53 WIB
Suasana Pantai Glagah Kulon Progo, DI Yogyakarta, Minggu (26/12/2021)
Suasana Pantai Glagah Kulon Progo (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Sistem ganjil genap di Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) urung diterapkan. Tidak adanya lonjakan pengunjung menjadi alasannya.

"Ganjil genap belum diterapkan karena jumlah kunjungan masih jauh dari total kapasitas maksimal di sini," ungkap Koordinator TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto saat dimintai konfirmasi, Minggu (26/12/2021).

Agus mengatakan kapasitas maksimal Pantai Glagah sekitar 15.000 orang. Pada momen libur Nataru ini pihaknya mencatat baru ada sekitar 5.000 pengunjung per hari atau kurang dari separuh total kapasitas tersebut.

"Memang ada kenaikan kunjungan selama liburan ini, tapi baru sekitar 5.000-an aja dari total kapasitas kami 15.000. Karena itulah sistem ganjil genap belum diterapkan," ucapnya.

Agus menjelaskan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di kawasan pantai, salah satu syarat masuk yakni wisatawan wajib check in dengan aplikasi PeduliLindungi. Lewat aplikasi ini dapat diketahui apakah calon pengunjung sudah divaksin atau belum.

Jika tidak memiliki aplikasi tersebut, petugas TPR akan meminta pengunjung menunjukkan kartu vaksinasi COVID-19 sebagai gantinya.

"Selain itu kami juga pastikan pengunjung wajib memakai masker. Jika tidak pakai dan tidak bawa akan kami berikan, karena kami sudah diberikan stok masker dari Dinsos Kulon Progo," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan batas maksimal kapasitas obwis selama nataru ini sebesar 75 persen. Pihaknya telah meminta seluruh pengelola obwis untuk melakukan penghitungan jumlah maksimum kunjungan tersebut.

"Kami bekerja sama dengan TNI/Polri untuk saling mengawasi dan koreksi di lapangan. Jadi kami minta mereka lebih tegas kepada pelaku wisata agar mentaati aturan tersebut," ucap Fajar.

Selain penentuan batas maksimal kunjungan, Satgas juga mengingatkan kepada seluruh pengelola wisata untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta pemenuhan fasilitas dan sarana prasarana wisata yang layak. "Kalau ternyata mereka tidak bisa komitmen terpaksa wisata kita tutup," tegasnya.

Di samping itu, pihaknya bakal melakukan skrining kendaraan wisatawan menggunakan sistem ganjil genap di sejumlah obwis yang berpotensi terjadi kerumunan. Di antaranya Pantai Glagah dan Waduk Sermo.

"Obyek wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan yang luar biasa akan difilter menggunakan ganjil genap, supaya tidak semua wisatawan masuk ke sana," ujarnya.

(ams/ams)