Ratusan Botol Bekas Disulap Jadi Pohon Natal di Rutan Salatiga

Wahyu Turi Krisanti - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 17:47 WIB
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Salatiga menyulap ratusan botol bekas menjadi pohon Natal warna warni, Jumat (24/12/2021).
Warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga menyulap ratusan botol bekas menjadi pohon Natal warna warni, Jumat (24/12/2021). (Foto: Wahyu Turi Krisanti/detikcom)
Salatiga -

Warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga, Jawa Tengah, bersiap menyambut Natal. Mereka berkreasi dengan botol-botol bekas yang disulap menjadi pohon Natal warna-warni.

"Dalam rangka penyambutan hari Natal dan Tahun Baru kali ini, warga binaan menunjukkan kreasi dan kepandaiannya dalam memanfaatkan barang bekas dan botol-botol bekas disulap menjadi pohon Natal yang cantik dan megah," kata Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmono kepada wartawan di kantornya, Jumat (24/12/2021).

Sebanyak 325 botol bekas disusun menjadi pohon Natal. Para warga binaan membuat pohon Natal unik itu sejak Senin (20/12).

"Awalnya teman-teman warga binaan ini akan membuat dari beberapa bahan, salah satunya membuat dari bahan kardus dan plastik bekas, tetapi karena hujan jadi rusak," ungkap Andri.

Andri menyebut kegiatan ini juga menjadi kesempatan para warga binaan untuk memupuk rasa persaudaraan antarumat beragama di Rutan Salatiga.

"Perlu kita ketahui warga binaan Rutan Salatiga walaupun di tempat yang terbatas tetapi ternyata dapat menghasilkan karya yang sangat bagus berupa pohon Natal," kata Andri.

"Selain teman-teman kristiani yang membuat pohon Natal ini, juga dibantu oleh teman-teman yang beragama lain sehingga kehangatan persaudaraan warga binaan di sini sangat terasa," lanjut dia.

Andri berharap untuk ke depannya ketika warga binaan Rutan Salatiga ini bebas dapat menjadi pionir masyarakat dalam mempererat tali kerukunan antarumat. Serta bisa membawa nilai saling menghormati dan menghargai orang lain, terutama antarumat beragama.

Di tengah situasi pandemi dan keterbatasan ruang, Andri mengatakan warga binaan harus tetap diberi semangat untuk produktif dan inovatif. Sehingga pembinaan dan pembelajaran yang ada di rutan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik ketika bebas nantinya.

Salah seorang warga binaan, Arif Budi, menyampaikan rasa terima kasih dan senang telah diberikan kesempatan untuk berkreasi.

"Dengan memanfaatkan botol-botol bekas, plastik bungkus minuman sachet dan beberapa bahan seperti kayu, besi holo sisa dari renovasi tempat ibadah di rutan, saya dan teman-teman dibantu petugas mempersembahkan sebuah karya untuk menyambut Natal dan Tahun Baru ini menjadi dua buah pohon Natal dengan tinggi sekitar 2,5 meter," ucap Arif.

Selain itu Arif juga mengungkap kebersamaan dan toleransi antarwarga binaan terjalin sangat baik.

"Walaupun sedang menjalani pidana dan semua dibatasi, tetapi dengan dorongan dari Kepala Rutan dan petugas, kami merasa diorangkan serta sudah dianggap sebagai anak. Sehingga momen Natal tahun ini dapat kami rasakan seperti bagian dari keluarga sendiri," terangnya.

Lihat juga video 'Kisah Natal Penuh Toleransi dari RM Adi Prasojo':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)