Detik-detik Menegangkan Penumpang Bus Berhamburan di Perlintasan KA Sumpiuh

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 14:48 WIB
Bus nyaris tertabrak kereta api usai terobos perlintasan di Banyumas
Bus nyaris tertabrak kereta api usai terobos perlintasan. (Foto: tangkapan layar Twitter @Jogja_Uncover)
Banyumas -

Video bus yang nyaris tertabrak kereta api (KA) dan penumpangnya berhamburan di perlintasan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah viral di media sosial. Polisi mengungkap detik-detik menegangkan peristiwa yang terjadi pada Selasa (21/12) malam itu.

"Sesaat sebelum palang pintu tertutup terdapat antrean kendaraan sekitar 100 meter, dia (bus) langsung ambil sisi kanan. Kemudian melintas KA Ketel Pertamina dari arah timur ke barat (Yogyakarta-Kroya). Mungkin menurut yang bersangkutan sudah selesai, karena di lokasi itu rel ganda," ujar Kasat lantas Polresta Banyumas, Kompol Ari Prayitno kepada wartawan di Purwokerto, Kamis (23/12/2021).

Hingga akhirnya bus itu disetop oleh petugas penjaga perlintasan yang berjaga. Petugas itu memberi tahu jika ada satu kereta lagi yang akan melintas di rel kedua.

"Ternyata di rel kedua saat yang bersangkutan melintas, itu langsung dihalau oleh petugas perlintasan, kalau ada satu KA lagi yang akan lewat. Akhirnya yang bersangkutan menyadari ada KA Kertajaya yang melintas dari barat ke timur (Kroya-Yogyakarta). Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan yang bersangkutan mampu mengendalikan kendaraan saat di atas perlintasan," lanjutnya.

Bus yang dikendarai oleh sopir berinisial MH (40) bernopol AA 7191 QA merupakan jurusan Tasik-Surabaya. Jumlah penumpang yang berjumlah 15 orang di dalam bus itu berhamburan keluar.

Pengurus PO Mandala cabang Purwokerto, Meting Nugroho, mengatakan jika sopir bus tersebut telah dikenai sanksi dengan diberhentikan oleh perusahaan sejak Rabu (22/12). Meting menceritakan hal tersebut sambil menangis, dia tak kuasa menahan sedih karena sopir bus itu merupakan tulang punggung keluarga dan memiliki anak-anak yang masih kecil.

"Dia diberhentikan, saya sampai nangis tadi malam. Tapi itu sudah sanksi keputusan dari PO, per hari Rabu kemarin sejak video itu viral. Saya kasihannya anak-anaknya masih kecil-kecil. Dia kerja sudah lama, dua tahun lebih," ucap Meting sambil berurai air mata.

(sip/rih)