Catat Lur! Ini Skenario Natal dan Tahun Baru di Borobudur Magelang

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 13:13 WIB
Apel Natal dan Tahun Baru di Polres Magelang, Kamis (23/12/2021).
Apel Natal dan Tahun Baru di Polres Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang Jawa Tengah membatasi jumlah jemaat yang merayakan ibadah Natal di gereja sebanyak 50 persen dari kapasitas. Tak hanya itu rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan.

"Kapasitas sudah disampaikan 50 persen (jemaat ibadah natal) dari tempat yang ada. Kami berharap untuk mematuhi dan memastikan bahwa berjalan sesuai perintah dan aturan-aturan yang ada," kata Bupati Magelang Zaenal Arifin usai apel gelar pasukan di Polres Magelang, Kamis (23/12/2021).

Zaenal berharap umat Nasrani yang akan merayakan Natal bisa dengan aman dan nyaman. Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi Tahun Baru agar aman dari penyebaran virus Corona.

"Saudara-saudara kita yang akan merayakan Natal nanti juga bisa secara aman, nyaman sehingga inilah wujud kita melaksanakan Pancasila di NKRI," ujarnya.

"Hari ini kita juga menggelar (apel) di wilayah Kabupaten Magelang. Tentunya menjaga dan memastikan Natal dan Tahun Baru dalam kondisi yang aman. Aman dari hal-hal yang tidak kita inginkan, termasuk dari penyebaran COVID-19," sambung Zaenal.

Dia menerangkan khusus malam pergantian Tahun Baru, Lapangan drh Soepardi yang berada di Mungkid bakal ditutup. Sementara itu, destinasi wisata yang telah mengantongi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability) diizinkan tetap dibuka, tapi wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Alun-alun ditutup, kalau itu (Lapangan drh Soepardi) dikesankan sebagai Alun-alun ya ditutup. Ini semua dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan menjaga. Bukan membatasi (masyarakat) untuk beraktivitas, tapi ada situasi yang mengharuskan kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan," ujar Zaenal.

"Kami berharap wisata juga ada wisata-wisata yang mendapat sertifikat CHSE. Yang mendapat sertifikat CHSE ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar tidak terjadi penyebaran COVID-19)," tuturnya.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun menambahkan, pihaknya juga telah mendirikan beberapa pos pengamanan. Kemudian, untuk malam Tahun Baru dipastikan tidak ada pesta kembang api.

"Kita sudah persiapkan di beberapa titik pos pengamanan pelayanan terpadu yang mana juga menggandeng Pemda Kabupaten Magelang untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun baru. Yang jelas untuk malam Tahun Baru perintah dari Bapak Kapolda tidak ada perayaan malam Tahun Baru dengan kembang api," tegas Sajarod.

Pihaknya juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk antisipasi macet menuju kawasan Candi Borobudur. Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan Polres Magelang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang.

"Kalau nanti terjadi kepadatan (menuju arah Borobudur), kita adakan rekayasa lalu lintas. Ini sudah kita siapkan skenario dengan rekan di Dishub untuk melaksanakan rekayasa lalu lintas tersebut," ujarnya.

Setelah melakukan gelar pasukan di Polres Magelang, Bupati Magelang Zaenal Arifin, Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, Wakil Ketua DPRD Suharno, Kajari Kabupaten Magelang Dandeni Herdiana dan lainnya melakukan patroli naik sepeda motor. Patroli tersebut dilakukan di seputaran kawasan Candi Borobudur.

(ams/mbr)