Marak Kekerasan Seksual Anak, Menteri PPPA: Korban Harus Berani Bicara

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 20 Des 2021 19:10 WIB
Menteri PPPA Bintang Puspayoga
Menteri PPPA Bintang Puspayoga. (Foto: Kementerian PPPA)
Gunungkidul -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga meminta perempuan khususnya korban kekerasan seksual agar berani berbicara soal peristiwa yang dialaminya. Hal itu agar kejadian pelecehan seksual, salah satu contohnya di Jawa Barat, tidak terulang kembali.

Bintang mengatakan terungkapnya kasus pemerkosaan terhadap santriwati di Bandung, Jawa Barat, bermula dari ibu salah seorang korban yang peka terhadap perubahan gelagat anaknya.

"Kalau kita melihat kasus yang viral kemarin ini kan karena ibunya sensitif, kemudian berani speak up dan akhirnya kasus ini terungkap," kata Bintang di sela kunjungan ke Pondok Pesantren Ansorullah, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Senin (20/12/2021).

Oleh karena itu, Bintang meminta semua ibu-ibu agar berani melaporkan kejadian jika anaknya mengalami kekerasan khususnya kekerasan seksual. Mengingat dengan terungkapnya kasus maka secara tidak langsung menyelamatkan korban lainnya.

"Karena terungkap kan menyelamatkan anak lainnya yang di sana. Jadi saya mengapresiasi setinggi-tingginya dan harapannya ke depan masyarakat berani berbicara ketika mengalami, melihat dan mendengar (adanya tindakan kekerasan yang dialami anak)," ucapnya.

Bagi masyarakat yang akan mengadu, Kementerian PPPA juga menyediakan call center sahabat perempuan dan anak di nomor 129.

Terlepas dari hal tersebut, Bintang meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait pemilihan lembaga pendidikan untuk menuntut ilmu bagi anak-anaknya. Mengingat kasus di lembaga pendidikan yang bermasalah hanya sedikit.

"Tapi memang butuh penegasan lagi agar monitoring dan evaluasi terus dilakukan agar fungsi lembaga pendidikan dapat memberikan tempat aman dan nyaman bagi anak-anak dalam mengenyam pendidikan serta bebas dari kekerasan dan eksploitasi," imbuh Bintang.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan pihaknya menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah pusat dalam upaya pencegahan terhadap kekerasan anak di lingkungan sekolah berasrama. Untuk itu, Sunaryanta mengajak Menteri Bintang langsung mendatangi salah satu pondok pesantren di Gunungkidul.

"Kami pilih ponpes ini (Ansorullah) juga untuk membuktikan bahwa kasus kekerasan di lingkup ponpes tidak ada," ujar Sunaryanta.

(rih/ams)