ADVERTISEMENT

Pura Mangkunegaran Pastikan Suksesi Tunggu Rapat Lengkap Keluarga Inti

Ari Purnomo - detikNews
Senin, 20 Des 2021 13:17 WIB
Suasana Pura Mangkunegaran jelang peringatan 40 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Solo, Senin (20/9/2021).
Suasana Pura Mangkunegaran jelang peringatan 40 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Solo, Senin (20/9/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Waktu suksesi di Pura Mangkunegaran hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan berlangsung. Pihak Pura Mangkunegaran kembali memastikan bahwa penetapan calon pengageng pura baru akan dilakukan setelah adik bungsu KGPAA Mangkunegara IX pulang dari Malaysia.

"Suksesi Mangkunegara menunggu adik bungsu Gusti Jiwo (KGPAA Mangkunegara IX) GRAy Retno Astrini pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia," terang Wedana Satrio Pura Mangkunegaran, Liliek Priarso Tirtodiningrat, saat dihubungi detikcom, Senin (20/12/2021).

Liliek menambahkan, Gusti Retno meminta agar sebelum membahas masalah suksesi bisa ziarah terlebih dulu ke makam Mangkunegara IX di Girilayu, Karanganyar.

"Kan aku belum nyekar (ziarah), mbok aku dilegani (ya saya diberi waktu) biar saya ke makam kakak saya (mendiang MN IX) dulu baru bisa bicara enak, bisa hadir saat jumenengan (penobatan Mangkunegara X) itu saja," ujar Liliek menirukan GRAy Retno.

Sekali lagi Liliek menegaskan, bahwa suksesi Mangkunegara tidak tergesa-gesa. Penetapan penerus Mangkunegara IX akan ditetapkan sesuai dengan urut-urutan adat.

"Tidak tergesa-gesa, masih cukup lama dan bagi saya yang bekerja di sini mempersiapkan acara itu tidak seenaknya, bisa matang, wong kita itu mau ditonton. Biar dipandang masyarakat, Mangkunegaran itu memegang adat benar tidak asal-asalan," urainya.

"Kita hanya mengikuti urut-urutan adat agar tidak lepas dari Mataram," sambungnya.

Terkait dengan beredarnya isu tes DNA bagi calon Mangkunegara X, Liliek menegaskan bahwa tidak ada aturan adat yang mengatur hal itu. Isu tersebut dikatakannya hanya sebatas isapan jempol semata dan tidak ada kebenarannya.

"Tidak usah digagas (dihiraukan), kalau saya tidak ada tes DNA. Biar saja, itu kalau keluar berita itu kalau tidak terima bisa kena semua, tidak usah ngikutin itu. Kalau saya tidak menganggap apa-apa itu berita bohong saja, lebih baik kita lurus pada adat, tidak ada tes DNA," tegasnya.

Liliek pun mengaku tahu siapa pihak yang sengaja melempar isu tersebut. Akan tetapi, dirinya memilih untuk tidak menghiraukan isu tidak mendasar itu.

"Iya tahu siapa yang melempar isu itu, tapi didiamkan saja. Itu medeni (menakutkan) berita seperti itu dianggap main-main itu harga diri seseorang loh, bisa menjerumus ke mana-mana. Parah itu, kita tidak menanggapi anggap isapan jempol," pungkasnya.

(rih/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT