ADVERTISEMENT

Bentrok Suporter Bola di Klaten Berujung Damai dan Jabat Tangan

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 14:55 WIB
Bentrokan suporter sepakbola di Klaten berakhir damai, Selasa (14/12/2021).
Bentrokan suporter sepakbola di Klaten berakhir damai, Selasa (14/12/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Bentrokan suporter sepakbola di Klaten, Jawa Tengah, yang pecah pada akhir pekan kemarin berakhir damai. Perwakilan suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta berdamai dengan saling bersalaman dengan menyatukan kepalan tangan di Polres Klaten hari ini.

Kesepakatan perdamaian dua suporter yang sama-sama warga Klaten tersebut dilakukan di halaman Mapolres Klaten, siang ini. Dua perwakilan menyatakan masalah selesai secara kekeluargaan disaksikan KBO Reskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujianto dan Kasi Humas Iptu Abdillah.

KBO Reskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujianto menyatakan dengan perdamaian itu proses hukum dihentikan. Kedua pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan.

"Proses hukum berhenti karena sudah ada kesepakatan dua pihak. Kedua pihak menyepakati ini selesai kekeluargaan, ini pilihan kedua belah pihak," ungkap Eko dalam jumpa pers di Mapolres Klaten, Selasa (14/12/2021).

Bentrokan itu terjadi di Jalan Bendo Gantungan-Bayat di ruas Desa Denguran, Kecamatan Klaten Selatan, pada Sabtu (11/12) pada sekitar pukul 17.30 WIB.

Eko menjelaskan meskipun laporan kejadian sudah masuk Polres Klaten, tetapi karena kedua pihak memilih diselesaikan kekeluargaan maka polisi hanya memediasi. Dari bentrokan tersebut pihak suporter PSIM memang ada yang luka ringan.

"Ada yang luka di kelingking atas nama Rangga Aditya. Tapi pihak PSS Sleman sudah melaksanakan ganti rugi jadi tidak lagi ada permasalahan, kedua pihak berjanji tidak mengulangi dan jika mengulang bersedia diproses hukum," papar Eko.

Menurut Eko, rivalitas itu biasa dalam sepakbola. Namun dia berpesan soal yang paling penting adalah saling menjaga.

"Kejadian itu tidak direncanakan, spontan karena anak muda, tidak ada juga kerusakan," imbuh Eko.

Perwakilan PSS Sleman, Awang Susanto, mengatakan pihaknya minta maaf ke semua masyarakat dan Polres Klaten telah menyebabkan ketidaknyamanan. Dia mengungkap kejadian itu bermula saat suporter PSS menggelar nonton bareng.

"Kita nobar di Ngupit jam 15.15 WIB, sedangkan teman-teman PSIM ada acara di Wedi. Informasi acara PSIM itu disebarkan ke WA," ungkap Awang.

Setelah bubar nobar, ungkap Awang, tidak semua terlibat bentrok di Klaten Selatan. Yang ke arah selatan atau Wedi adalah suporter PSS yang rumahnya Kecamatan Wedi, Gantiwarno atau Bayat.

"Sebagian ada suporter kami yang dari Gantiwarno, Wedi dan lainnya. Mungkin ketemu dan saling ejek sehingga kejadian ribut hari Sabtu kemarin," imbuh Awang.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan suporter PSIM, Dwi Sigit Kurniawan, mengatakan pihaknya juga meminta maaf kepada masyarakat dan polisi. Dia menyebut bentrokan itu terjadi karena ada kesalahpahaman.

"Itu karena ada miskomunikasi. Kita awalnya ada acara di kafe, setelah pulang ada kejadian itu, kita jumlahnya sekitar 50 orang," papar Dwi pada wartawan.

(sip/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT