ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Nestapa Warung Tengkleng Bu Harsi, Diviralkan Ngepruk Harga Kini Sepi

Ari Purnomo - detikNews
Sabtu, 11 Des 2021 09:26 WIB
Warung tengkleng Bu Harsi di Solo jadi sorotan usai diviralkan ngepruk harga. Warungnya pun kini sepi pembeli.
Warung Tengkleng Bu Harsi yang Diviralkan Ngepruk Harga (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Sukoharjo -

Belakangan ini nama warung tengkleng kambing dan sapi Bu Harsi di Solo Baru, Sukoharjo menjadi sorotan gegara diviralkan harganya tak wajar alias ngepruk. Warung tengkleng itu pun sepi, paguyuban PKL Solo Baru pun turun tangan untuk membantu Harsi.

Warung tengkleng Bu Harsi menuai review jelek karena ngepruk dan dinilai higienis. Sejak saat itu beberapa pelanggan maupun warga yang melintas enggan mampir ke warung yang berlokasi di Jalan Kunir V Grogol, Solo Baru, Sukoharjo.

Nyaris sepekan ini Harsi mengeluhkan sepinya warung tengkleng yang sudah dikelolanya puluhan tahun. Harsi menyebut banyak orang yang melintas namun hanya melirik warungnya.

"Banyak yang melirik saja, saya persilakan mampir monggo pinarak (silakan mampir) tetapi hanya melaju saja," kata Harsi saat ditemui di warungnya, Kamis (10/12/2021).

Harsi yang mengaku tidak mengenyam pendidikan ini mengaku susah saat warungnya sepi. Dia pun menjelaskan harga tengkleng yang dijualnya tidak mahal.

"Pembeli mintanya komplit tetapi harga murah, padahal kulakan saya sudah mahal. Lalu warung saya dilebetke HP elek (diberitakan jelek)," paparnya.

Sebenarnya ada spanduk harga di warung tengklengnya. Menurut Harsi beda harga dengan porsi yang disajikan itu karena menuruti permintaan pembeli.

"Mintanya komplit kepala separo atau satu, kulakan saya sudah mahal. Kalau minta porsi kecil Rp 15 ribu itu telinga dan iga-iga, kemudian pembeli mengeluh Rp 15 ribu kok cuma isinya cuma segitu," urainya.

"Kalau komplit memang harganya Rp 50 ribu, kalau yang Rp 30 ribu itu, pipi satu, kaki dan iga sapi. Pipi satu saja itu dari tempatnya sudah Rp 25 ribu," sambung dia.

Harsi pun tak kuasa membendung air matanya karena kondisi warungnya yang sepi. Dia pun tak habis pikir setelah berjualan tengkleng puluhan tahun baru mengalami kejadian begini saat ini.

Sebelum menempati lokasi yang sekarang, Harsi pernah berjualan di Jalan Ir Soekarno, Solo Baru. Karena alasan penataan kawasan, dia akhirnya pindah ke beberapa lokasi hingga ke lokasi yang ditempatinya saat ini.

"Kulakan saya sudah mahal, kepala kambing itu satunya Rp 150 ribu, kok ada yang mengatakan tengklengnya mahal. Karena bahannya sudah mahal," ucapnya.

Paguyuban PKL Turun Tangan

Ramainya sorotan ke warung Bu Harsi itu memantik paguyuban PKL Setia Kawan, Solo Baru turun tangan. Ketua Paguyuban PKL Solo Baru, Sukoharjo, Sudarsi mengaku, turut prihatin dengan peristiwa yang dialami warung Harsi.

"Kemarin kami sudah ke sana dan memberikan masukan agar kondisi warungnya berubah menjadi ramai lagi," tutur Sudarsi.


Selengkapnya di halaman selanjutnya....

Tonton juga video Viral pameran PopArt Jakarta berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT