Pilu Petani Cabai di Banjarnegara Kebunnya Ludes 'Dipanen' Maling

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 17:09 WIB
Pemilik kebun cabai menunjukkan tanamannya yang patah usai dimaling
Pemilik kebun cabai menunjukkan tanamannya yang patah usai dimaling (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Petani di Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah gagal meraup cuan dari hasil panen cabai yang kini harganya meroket. Musababnya, kebun disatroni maling dan cabai yang siap panen diambil.

Peristiwa ini dialami Khamdiarto. Petani cabai di Desa Kutawuluh ini pun mendokumentasikan penampakan kebun cabainya yang berantakan. Video berdurasi 29 detik ini pun viral di Instagram.

"Ini lur, lombokane malah dicolong wong mau mbengi pada madul. (Ini cabainya dicuri orang tadi malam. Semua pada rusak)," ujar pria dalam video tersebut.

Saat dimintai konfirmasi, Khamdiarto membenarkan ada pencurian cabai di kebunnya. Dia memperkirakan, pencuri berhasil memetik cabai keriting miliknya mencapai 1 kuintal.

"Iya benar, video yang beredar cabai yang dicuri maling itu di sini. Kejadiannya tadi malam," kata Khamdiarto di lokasi kejadian, Kamis (9/12/2021).

"Kurang lebih yang dicuri satu kuintal, kalau dijual bisa sampai Rp 1 juta lebih. Yang dicuri campur ada yang cabai hijau ada yang merah," sambungnya.

Khamdiarto menyayangkan aksi pencurian cabai di kebun miliknya. Sebab, maling itu disebutnya memetik cabai asal-asalan yang membuat tanamannya terancam gagal panen.

"Selain mengambil cabai, juga tanamannya pada rusak. Patah batangnya. Kalau kaya gini, cabai yang masih hijau lama-lama layu," jelasnya.

Padahal saat ini, kata dia, harga cabai perlahan mulai naik. Khamdiarto menyebut saat ini harga cabai mencapai Rp 30 ribu per kilogram di tingkat petani.

"Harganya sekarang Rp 30 ribu per kilogram itu di tingkat petani. Sebenarnya udah mulai naik harganya tetapi malah dicuri," ujarnya.

Sementara itu, perangkat Desa Kutawuluh Rojul mengatakan, kejadian pencurian cabai bukan yang pertama terjadi. Biasanya cabai rawan dicuri saat harganya mulai merangkak naik.

"Kalau tahun ini, baru ini sekali. Tetapi sebelumnya pernah ada yang nyuri cabai di kebun," ungkap Rojul.

Padahal selama ini, penjagaan lingkungan sudah rutin dilakukan. Termasuk melakukan penjagaan di kebun oleh masing-masing pemiliknya.

"Kalau penjagaan sudah rutin. Kalau yang sampai kebun, penjagaanya dilakukan oleh pemiliknya masing-masing. Tetapi mungkin karena kesibukan atau yang lainnya akhirnya ada waktu lengah yang akhirnya dimanfaatkan pencuri," kata Rojul.

(ams/sip)