Dampak Pandemi, 3 Sektor Pendapatan Boyolali Ini Tak Capai Target

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 16:18 WIB
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Purwanto, Kamis (9/12/2021).
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Purwanto, Kamis (9/12/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dari sejumlah sektor tahun ini meleset dari target. Hal itu disebut dampak pandemi COVID-19 yang telah berlangsung dua tahun terakhir ini.

"Ada beberapa pendapatan tidak mencapai target," ungkap Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Purwanto, kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Dikemukakan Purwanto, pendapatan asli daerah yang terdampak pandemi sehingga tidak mencapai target tersebut yakni dari pajak restoran dan hotel serta retribusi pariwisata. Bahkan, dari ketiga sektor itu pendapatannya tahun ini tidak mencapai 50 persen dari target yang ditentukan.

"Pendapatan dari pajak restoran dan hotel capaiannya sekitar 40 persen dari target. Sedangkan retribusi pariwisata ya kurang dari 50 persen," jelas Purwanto.

Namun dia tidak menyebutkan berapa target dari masing-masing sektor itu dan nilai pendapatan yang telah dicapainya.

Dikatakan juga, sejumlah sektor tidak terdampak pandemi Corona yang belum tahu kapan akan berakhir ini. Seperti untuk pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kedua sektor ini bahkan mencapai target.

"Kalau PBB dan BPHTB tidak terdampak (pandemi COVID)," imbuh dia.

Menurut Purwanto, target PAD Kabupaten Boyolali tahun 2021 sejumlah Rp 390 miliar. Dari target itu, saat ini capaiannya di angka 90 persen.

"Target keseluruhan (PAD) Rp 390 miliar. Ini persentasenya sudah 90-an (persen)," tandasnya.

(rih/sip)