Bhre Cakrahutomo Temui Gibran, Bahas Suksesi Mangkunegaran?

Ari Purnomo - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 15:42 WIB
GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota, Rabu (8/12/2021).
GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Putra mendiang KGPAA Mangkunegara IX dengan permaisuri, GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo, bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hari ini. Keduanya bertemu secara tertutup selama sekitar satu jam di ruang kerja Gibran. Bahas apa?

"Silaturahmi aja, maksi (makan siang) bareng," ujar Bhre usai bertemu Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (8/12/2021).

Bhre irit bicara ketika ditanya pertemuannya terkait dengan suksesi Pura Mangkunegaran. Dia menyebut pertemuannya dengan Gibran tidak membahas suksesi.

"Tidak ada (pembicaraan suksesi). Jangan bahas yang itu (suksesi) kami bahas pribadi saja, yang terjadi saat ini," paparnya.

Bahas soal Mangkunegaran?

Sementara itu, ketika ditanya rencana ada pembahasan kerja sama antara Pemkot dan Mangkunegaran, Bhre mengaku baru mengobrol dengan Gibran.

"Belum ada diskusi soal itu (kerja sama). Soal Mangkunegaran, masih pembicaraan awal, maksi bareng, ngobrol-ngobrol," urainya.

Di lokasi yang sama, Gibran menambahkan pertemuannya dengan salah satu kandidat Mangkunegara X itu hanya berisi makan siang bersama. Menurutnya tidak ada hal yang istimewa.

"Gusti Bhre sibuk, dah besok lagi. Maksi aja, nggak ada yang spesial," kata Gibran.

Untuk diketahui, ada tiga nama yang mencuat menjadi penerus takhta Pura Mangkunegaran yakni GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, dan KRMH Roy Rahajasa Yamin.

Suksesi Mangkunegaran Dikoordinasi Permaisuri

Sebelumnya, pihak Mangkunegaran juga telah menegaskan bahwa permaisuri, Gusti Kanjeng Putri Prisca Marina, bakal mengoordinasikan pembahasan tersebut hingga menentukan satu nama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, Lilik Priarso Tirtodiningrat. Menurutnya, permaisuri berperan sentral karena masih dalam kondisi sehat.

"Nanti yang berhak menentukan Gusti Putri melalui pembicaraan keluarga inti. Ada juga sedherek dalem (kerabat dekat), namun sebatas memberi saran. Keputusan di tangan Gusti Putri karena masih sugeng (sehat)," kata Lilik saat dihubungi wartawan, Sabtu (20/11).

(ams/sip)