Pemuda Demak Dilaporkan Hilang, Keluarga Duga Disekap

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 21:56 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept.
Ilustrasi orang hilang (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)
Semarang -

Seorang pemuda asal Demak berinisial BP (20) dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumahnya sejak 17 November 2021. Keluarga menduga BP disekap karena ada permintaan uang tebusan Rp 2,6 juta dari orang tak dikenal.

Fai, kakak BP, mengatakan bahwa adiknya bekerja sebagai cleaning service di salah satu tempat karaoke di Kota Semarang. Biasanya usai kerja, BP minta dijemput di sekitar terminal di dekat perbatasan Demak-Semarang.

Namun pada 17 November 2021, BP ternyata tidak minta dijemput dan tidak diketahui keberadaannya. Selain itu juga tidak bisa dihubungi.

"Biasanya malam itu minta dijemput, tapi waktu itu tidak ada kabar. Kami lapor ke Polsek Mranggen (Demak), kita juga cari ke tempat kerjanya keesokan harinya, ternyata juga tidak ada," kata Fai di Semarang, Selasa (7/12/2021).

Sepekan kemudian, ada nomor asing yang menelepon kakak perempuan BP. Dalam pembicaraan itu disebutkan BP ada di suatu tempat. Pria yang ada di ujung telepon meminta uang Rp 2,6 juta demi menjamin keselamatan BP.

"Minta itu minta transfer Rp 2,6 juta. Saya tanya ada masalah apa? 'Pokoknya saya masih menjamin keselamatan adek, kalau tidak ya tidak jamin'," ujarnya menirukan omongan pria tak dikenal itu.

Komunikasi sempat terjadi lagi, kali ini BP yang bicara dan meminta tolong agar uang segera ditransfer.

"Ditelepon tidak diangkat. Kemudian ada diangkat oleh B, 'mas tulungi mas'. Terus saya minta video call," katanya.

Dalam video call itu tampak sebuah ruangan. Ada orang lain juga di sana. Pria yang menghubungi itu juga sempat mengirim video kondisi BP, terlihat BP diminta tersenyum oleh pria itu.

"Ada video yang dikirim dan beberapa percakapan," ucapnya.

Salah satu percakapan yaitu soal uang tebusan Rp 2,6 juta. Keluarga BP pun kebingungan karena dari keluarga sederhana dan kesulitan mencari uang sejumlah itu dalam semalam. Sempat ada negosiasi hingga disepakati dikirim Rp 1,5 juta. Pihak keluarga kemudian mengupayakan uang tersebut.

"Transfer itu tanggal 27 November, waktu itu adanya bentuknya masih receh. Ditukar-tukar masukan ATM. Setelah ada bukti transfer, bilang oke," ujarnya.

Namun sayangnya, setelah uang tersebut ditransfer tidak ada lagi komunikasi dari nomor tersebut, bahkan tidak bisa dihubungi. Keluarga pun tidak tahu kondisi BP sekarang.

"Sampai sekarang belum ada kabar," katanya.

Halaman selanjutnya, polisi lakukan penyelidikan.