Dipolisikan Usai Gugat Prabowo Rp 501 M, Ini Kata Eks Ketua Gerindra Blora

Febrian Chandra - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 21:29 WIB
Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputro laporkan eks Ketua DPC Gerindra Blora Setiyadji Setyawidjaja ke Polda Jateng, Senin (6/12/2021).
Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputro laporkan eks Ketua DPC Gerindra Blora Setiyadji Setyawidjaja ke Polda Jateng, Senin (6/12/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Blora -

Mantan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blora, Setiyadji Setyawidjaja, menggugat DPP Gerindra cq Prabowo Subianto selaku Ketum DPP Gerindra senilai Rp 501 miliar. DPD Gerindra Jawa Tengah lantas melaporkan balik Setiyadji terkait pelanggaran kekarantinaan ke polisi. Apa tanggapan Setiyadji?

"Yo beno wae (ya biarkan saja)," kata Setiyadji saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (7/12/2021).

Menurut Setiyadji, DPD Gerindra Jateng sedang mencari-cari kesalahannya buntut dari gugatan Rp 501 miliar yang dilakukannya beberapa waktu lalu.

Terkait kekarantinaan yang dilaporkan ke Polda Jateng itu, Setiyadji menjelaskan bahwa saat kunjungan kerja (kunker) yang dilakukannya tersebut, dirinya belum terkena COVID-19 seperti yang dilaporkan.

"Ya sekarang logikanya, wong saya kunjungan kerja itu belum COVID-19 itu ada datanya, itu (mereka) mencari kesalahan apa sih? Ini aneh kan? Mencari-cari kesalahan saja," ujarnya.

Setiyadji juga membenarkan bahwa dirinya dipanggil sebanyak tiga kali oleh Mahkamah Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Pada pemanggilan pertama dirinya mengaku tidak hadir karena positif COVID-19. Sementara pada pemanggilan kedua dan ketiga, Setiyadji mengaku hadir memenuhi undangan tersebut.

"Iya, karena saya sakit (COVID-19), (balasan) undangannya dianggap nggak benar, lha wong yang buat dokter," terang dia.

Setiyadji enggan membeberkan terkait ketidakhadirannya ke DPP dengan alasan sakit, tapi dianggap malah melakukan kunjungan kerja ke Kediri dan Nganjuk.

"Kalau saya dipanggil mungkin tanggal 19 itu kan ya karena saya positif, tapi ikut kunjungan kerja apa tidak ya nanti saya lihat datanya," jelas dia.

Namun, apabila dianggap kunker saat dalam kondisi positif COVID-19, Setiyadji merasa tidak menularkan virus tersebut ke orang lain.

"Ya terkait COVID-19 dan segala macamnya itu ya terserah dia (DPD) saja lah, kalau dibilang melanggar, melanggar apa? Lha wong saya tidak membawa wabah yang kira-kira akhirnya saya menulari orang se-kabupaten atau teman-teman DPRD mati semua ya kan tidak," ujar dia.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.