2 Bulan Nihil, Kasus Kematian Corona di Kudus Muncul Lagi

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 15:59 WIB
Corona Virus test report Stock Image, Test tube
Ilustrasi kasus virus Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/Richard Maguluko)
Kudus -

Kasus kematian warga terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, muncul lagi. Tercatat ada satu kasus kematian hari ini, setelah terakhir pada pertengahan September 2021 lalu.

"Pertama kasus meninggal. Baru ini ada kasus positif dan meninggal, sejak 0 kasus (pertengahan bulan September 2021) sampai 25 November 2021 baru diketahui," kata Kepala Puskesmas Jati, Kudus, Amad Muhammad, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (7/12/2021).

Dia mengatakan, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit penyerta. Almarhum diketahui masuk di RSUD Kudus pada Kamis (25/11). Diketahui hasil tes swab dinyatakan terkonfirmasi Corona pada Sabtu (27/11).

"Pemakaman hari ini jam 10.00 WIB. Laki-laki berusia 45 tahun, punya riwayat penyakit paru-paru, sudah pengobatan lama. Masuk di rumah sakit 25 November 2021, tanggal 27 November 2021 hasilnya terkonfirmasi COVID-19. Meninggalnya tadi jam 05.00 pagi," terang dia.

Amad mengatakan petugas Puskesmas sudah melakukan tracing kepada keluarga. Hasilnya sembilan orang keluarga dinyatakan negatif Corona.

"Langkah kemarin sudah ada laporan ada tracing, kita tracing anggota keluarga. Ada sembilan tindak lanjuti hasilnya negatif semua," sambung Amad.

Terpisah Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan muncul kasus kematian positif Corona tersebut menjadi perhatian Pemkab Kudus.

"Ini sudah ditelusuri semua. Hasil tracing hasilnya kita tindak lanjuti. Kemarin ada komorbid terutama di TBC ya," jelas Hartopo saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon siang ini.

"Dia baru vaksin pertama kali. Karena ada penyakit penyerta itu. Kedua ditunda. Maka dari itu segera tindak lanjuti semuanya," sambungnya.

Hartopo pun mewanti-wanti agar masyarakat tidak kendor untuk menjaga protokol kesehatan. Terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru nanti. Hartopo melarang warganya di luar daerah mudik saat Nataru nanti.

"Tidak usah mudik dulu, punya saudara atau siapa tidak usah mudik dulu, kita kontak WA atau video call bisa. Penyekatan dan penyekatan ada," ungkap dia.

"Harapan itu kesadaran masyarakat ada juga, upaya pemerintah daerah sudah diperketat kita kucing-kucingan juga. Maka harapan kita kesadaran masyarakat dan prokes jangan sampai diabaikan," imbau Hartopo.

Sementara itu dari data corona.kudus per Selasa (7/12) pukul 12.12 WIB terdapat satu orang terkonfirmasi Corona yang tengah dirawat di rumah sakit. Kasus meninggal terkonfirmasi Corona tercatat ada satu kasus.

Secara keseluruhan kasus Corona di Kudus ada 16.756 orang. Terdiri dari 15.373 orang sembuh dan 1.382 orang meninggal dunia terkonfirmasi Corona.

(rih/sip)