Warga Pantura Jateng Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 09:10 WIB
Gelombang tinggi terjang pesisir Palabuhanratu, Sukabumi
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Syahdan Alamsyah)
Semarang -

Masyarakat di daerah pesisir Jawa Tengah bagian utara diminta tetap waspada gelombang tinggi. Risiko dalam pelayaran juga diminta untuk diperhatikan.

Stasiun Maritim Tanjung Mas Semarang dalam info ketinggian gelombang yang berlaku hari ini hingga Rabu (8/12) besok pukul 07.00 WIB memprakirakan peluang ketinggian gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter (sedang) di beberapa wilayah perairan yaitu

- Perairan Kalimantan Tengah bagian barat
- Perairan Semarang-Demak
- Perairan Karimunjawa
- Perairan Pati-Rembang
- Perairan Brebes-Pemalang
- Perairan Pekalongan-Kendal.

Dalam penjelasan Stasiun Maritim Tanjung Mas Semarang dijelaskan Siklon Tropis Nyatoh (994 hPa) terpantau di Laut Filipina bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Hal itu memberikan dampak tidak langsung pada ketinggian gelombang di Perairan Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat-utara dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari barat daya barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan selatan Kalimantan, Laut Natuna Utara, dan Perairan utara Papua.

Untuk saran keselamatan, diharapkan agar diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yaitu:
- Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m),
- Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m),
- Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m),
- Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m),
- kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Simak Video 'Seruakan Massa Udara Dingin Masih Pengaruhi Cuaca di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)