Viral Kapal Terombang-ambing Gelombang Tinggi di Jepara, Hati-hati Pelaut!

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 06 Des 2021 14:19 WIB
Viral kapal nelayan terombang-ambing dihantam gelombang tinggi di perairan Jepara
Viral kapal nelayan terombang-ambing dihantam gelombang tinggi di perairan Jepara (Foto: tangkapan layar IG seputarjepara)
Jepara -

Sebuah video kapal nelayan terombang-ambing gelombang tinggi di perairan Jepara, Jawa Tengah, viral di media sosial. Nelayan di video itu mengimbau kepada nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu karena cuaca ekstrem.

Video tersebut salah satunya diunggah di akun Instagram @infoseputarjepara. Video yang diunggah berdurasi 43 detik.

Pada video itu tampak kondisi kapal nelayan yang terombang-ambing di perairan Jepara gegara dihantam gelombang tinggi. Terdengar suara deburan angin yang kencang dan gelombang laut yang tinggi.

"Cuaca ekstrem gais, ini kapten, ini nahkoda. Hati-hati para pelaut, ini cuaca sangat ekstrem, jangan melaut dulu. Bentar lagi nyampai Pantai Kartini Jepara," demikian suara nelayan dalam video yang dikutip detikcom, Senin (6/12/2021).

Nelayan di Jepara pun diimbau agar tidak melaut terlebih dahulu, karena gelombang laut sedang tinggi. Video yang diunggah 19 jam yang lalu itu kini sudah dilihat 26.665 kali dan puluhan komentar.

Terpisah, Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, Suroto menyebut gelombang laut di perairan Jepara sempat tinggi pada Minggu (5/12) kemarin. Gelombang laut disebut mencapai 5,5 meter.

"Kemarin memang tingginya sampai 5,5 meter, kapal yang menyeberang tidak bisa lewat. Hari ini sudah kembali semula," kata Suroto saat dihubungi detikcom lewat telepon siang ini.

Suroto menyebut tinggi gelombang laut saat ini sudah berangsur normal. Ketinggian di tengah mencapai sekitar semeter.

"Sekarang di tengah 1 meter," sambung dia.

Suroto menerangkan penyeberangan dari Karimunjawa ke Jepara sempat terganggu gegara gelombang tinggi. Ada dua kapal wisatawan yang tertunda menyeberang karena cuaca ekstrem pada Minggu (5/12) kemarin.

"Kami SOP kalau memang jadwal jam berapa, kalau gelombang tinggi, tidak kita berangkatkan. Penundaan karena gelombang tinggi, seharusnya kembali ke Jepara kita tunda dan baru tadi pagi kembali ke Jepara," ungkap Suroto.

(ams/sip)