Round-Up

Raja-Ratu Agung Sejagat Kembali Dijebloskan Bui!

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 08:29 WIB
Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat kembali ditangkap, Senin (6/12/2021).
Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat kembali ditangkap, Senin 6/12/2021. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

Kasi Intel Kejari Purworejo, Muh Arief Yunandi yang ikut mendampingi Sudarso menambahkan, berdasarkan Putusan MA RI No 1500K/Pid.Sus/2021 tanggal 8 Juli 2021 yang isinya menguatkan putusan PN Purworejo dan Pengadilan Tinggi Semarang, maka Toto dan Fanni akan kembali masuk penjara untuk menyelesaikan sisa hukuman. Raja Toto akan mendekam kembali di sel Rutan Purworejo selama 2 tahun 10 bulan sedangkan Ratu Fanni akan menghabiskan sisa hukuman selama sekitar 4 bulan.

"Berdasarkan hal tersebut, maka terpidana R Toto Santoso Bin RM Karto dan Fanni Aminadia, SE., MM. Binti Henry Baharsah (Alm) selanjutnya akan melanjutkan sisa masa hukuman di Rutan Purworejo sesuai dengan masa hukuman masing-masing," jelasnya.

Diketahui, Keraton Agung 'tipu-tipu' Sejagat yang terletak di Desa Pogung Jurutengah, RT 03/ RW 01, Kecamatan Bayan berdiri di sebuah kebun seluas kurang-lebih 1.400 meter persegi dan mempunyai kelengkapan bak keraton pada umumnya. Ada benteng pertahanan dengan bahan hebel atau bata ringan setinggi sekitar 1,5 meter mengelilingi kompleks keraton.

Di sisi sebelah utara terdapat sendhang atau pemandian seluas 15 meter persegi, sedangkan di sisi tenggara pelataran ada batu prasasti berdiameter 3 meter. Sementara itu, di pelataran terdapat rangka bangunan yang diperkirakan akan dijadikan pendapa.

Bangunan utama Keraton Agung Sejagat yang berbentuk aula didirikan di sisi selatan kompleks. Di bangunan berukuran 5x10 meter itulah sang raja Toto dan Ratu Fanni membangun singgasana. Pasangan yang mengaku suami istri itu kemudian mendeklarasikan keberadaan keraton itu pada Jumat (10/1/2020) lalu.

Kemunculan kerajaan baru itu membuat geger warga sekitar bahkan viral di media sosial. Namun, keberadaan kerajaan tersebut akhirnya justru meresahkan warga karena aktivitas di dalamnya dianggap menyimpang hingga akhirnya polisi dan Pemkab menutup bangunan kerajaan tersebut. Meski baru seumur jagung, akhirnya kerajaan yang didirikan Toto itu pun runtuh seketika.


(mbr/mbr)