Monyet Teror Permukiman Warga di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 06 Des 2021 13:44 WIB
Penampakan monyet yang dievakuasi di permukiman warga Klaten
Penampakan monyet yang dievakuasi di permukiman warga Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Markas pemadam kebakaran Pemkab Klaten, Jawa Tengah, menerima lima laporan kasus monyet yang meneror permukiman warga dalam dua pekan terakhir. Satu ekor monyet berhasil dievakuasi.

"Dua pekan terakhir kita mendapat laporan kasus monyet. Ada yang liar di permukiman, ada juga yang peliharaan mengamuk," kata Kasi Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, kepada detikcom di kantornya, Senin (6/12/2021).

Sumino mengatakan, ada lima laporan itu tersebar di lima kecamatan. Antara lain di Kecamatan Ngawen, Polanharjo, Klaten Utara, Manisrenggo dan Karangdowo.

"Ada dari Kecamatan Ngawen, Polanharjo, Klaten Utara, Manisrenggo dan Karangdowo. Terakhir kita evakuasi di Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen satu ekor pernah dipelihara," sambung Sumino.

Dari lima laporan itu, empat di antaranya masuk ke permukiman. Di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo dan Jonggrangan, Klaten Utara sudah ke permukiman, dua lainnya memakan tanaman buah," terang Sumino.

Sumino menyebut laporan tahun ini termasuk lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Pada 2020 lalu menurutnya hanya ada dua laporan.

"Tahun lalu hanya ada dua laporan. Kadang ada yang bosan merawat lalu lepas tapi ada yang di alur sungai seperti di Desa Candirejo koloninya dari Gunung Merapi," kata Sumino.

Dia menerangkan tim Damkar Solo belum mendapatkan pelatihan khusus untuk menangkap monyet. Sehingga timnya, kata Sumino, hanya mengamankan dan menyerahkan monyet tersebut ke pecinta hewan.

"Kita hanya membantu, menghalau. Ini tadi kita serahkan satu ekor ke pecinta satwa untuk dirawat," terang Sumino.

Terpisah, pegiat zona satwa, Petra Herwanto satu ekor monyet sudah dievakuasi. Kondisi monyet itu tampak luka dan usianya sekitar 7 tahun.

"Hari ini kita ambil satu ekor dari Damkar Klaten, kita bawa untuk dirawat. Jenisnya Macaca atau monyet ekor panjang," terang Petra kepada detikcom saat ditemui di kantor Damkar.

Petra mengatakan monyet itu diberi suntikan antibiotik. Setelah itu monyet tersebut akan dirawat di rumahnya.

"Kita nantinya langsung suntik antibiotik agar membaik. Setelah membaik kita tempatkan di lokasi terbuka, bukan kandang," ucap Petra.

Lihat juga video 'Penampakan Monyet-monyet yang Kelaparan di Bali Serbu Rumah Warga':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)