Pelaksana Tol Jelaskan soal Penggarapan 10 Ha Tanah Wakaf Sunan Kalijaga

Moch Saifudin - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 14:20 WIB
Lahan Wakaf Sunan Kalijogo terdampak tol Semarang-Demak
Lahan Wakaf Sunan Kalijaga terdampak tol Semarang-Demak. (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Proyek tol Semarang-Demak melewati lahan wakaf Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak, Jateng. Yayasan Sunan Kalidjogo Kadilangu mengaku tidak pernah diajak ngobrol hingga kini tanah sawah produktif tersebut telah diuruk oleh pelaksana proyek. Pihak PT Pembangunan Perumahan (PT PP), selaku pelaksana infrastruktur 1 Tol Semarang-Demak angkat bicara.

"Yang inkrah (keputusan hukum tetap) itu di yayasan yang menang. Keputusan pengadilan menunjuk yayasan yang (Yayasan) Kalijaga ya kalau tidak salah, yang (dipimpin) Agus Riyanto. Kita berpedoman terhadap putusan pengadilan, yang dimenangkan kan yang satu, jadi yang kita pakai adalah izin yang satu (Yayasan Sunan Kalijaga)," kata Robby Sumarna, Jumat (3/12).

Robby menjelaskan bahwa perizinan pekerjaan proyek jalan tol di lahan wakaf Kadilangu tersebut terbit pada Maret 2021. Dia menuturkan telah terjadi pertemuan dengan agenda penandatanganan kesepakatan nilai ganti rugi.

Ia menyebut kesepakatan tersebut di Kantor Kemenag Demak yang melibatkan sejumlah pihak. Di antaranya Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) lahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kemenag Demak, dan yayasan pengelola wakaf Sunan Kalijaga yang dimenangkan secara hukum oleh pengadilan.

"Jjika kita (menjalin pembicaraan) ke kedua belah pihak (Yayasan Sunan Kalijaga dan Yayasan Sunan Kalidjogo Kadilangu), malah saya salah. Yang kita ambil adalah putusan inkrah saat itu adalah pengadilan tinggi, walaupun mereka sedang kasasi, tidak masalah. Jadi yang kita pakai pengadilan tinggi dulu yang kita pakai, kemudian yang terdaftar di Kementerian Agama, itu yang kita pakai," terang Robby.

"Petunjuk dari PPK lahan ya kita memakai yang inkrah," sambungnya.

Setelah itu, pihaknya meminta izin kepada Yayasan Sunan Kalijaga untuk memulai pekerjaan proyek. Selain itu pihaknya juga telah mengganti kerugian tanaman para petani atau penggarap sawah di area wakaf tersebut.

"Kami mencoba melakukan pertemuan dengan para petani difasilitasi oleh kepala desa, akhirnya kita mendapatkan kesepakatan. Bahwa kita mengganti rugi tanaman selama mereka punya kontrak di sana.Jadi kita ganti rugi tanamannya saja," papar Robby.

Ia menambahkan bahwa pengerjaan proyek di area wakaf Kadilangu sejak Agustus 2021, yakni sejak izin didapatkan sejak Maret 2021.

"Maret 2021 mulai izin, Agustus 2021 mulai pengerjaan," paparnya.

Selain itu, ia memaparkan bahwa perkembangan proyek tol Semarang-Demak seksi 2 target selesai pada Juni 2022. Ia menuturkan bahwa perkembangan pembebasan lahan sudah 92 persen dengan target selesai Januari 2022.

"Kemungkinan lahan selesai di bulan Januari 2022, termasuk Kadilangu sepertinya, kan hanya tinggal lahan pengganti yang dipersiapkan PPK lahan, selesai di Januari 2022. Jadi kita masih on target, selesai di bulan Juni 2022," pungkasnya.

(mbr/mbr)