10 Ha Tanah Wakaf Sunan Kalijaga Digarap untuk Tol, Ahli Waris: Kami Ditinggal

Mochamad Saifudin - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 12:52 WIB
Lahan Wakaf Sunan Kalijogo terdampak tol Semarang-Demak
Lahan Wakaf Sunan Kalijaga terdampak tol Semarang-Demak. (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Yayasan Sunan Kalijdogo Kadilangu di Demak, Jateng, menyoal tindakan pelaksana proyek jalan tol Semarang-Demak seksi 2 yang mulai menggarap lahan wakaf miliknya, di Demak, Jawa Tengah. Pihak yayasan menyebut pengurukan lahan tersebut tanpa izin kepada pihaknya.

"Tahu-tahu tanah wakaf saya sudah diuruk, sejauh itu saya tidak pernah diajak rundingan. Tapi sertifikat sudah saya serahkan. Kok nampaknya gak ada komunikasi apapun dari pihak yang sudah saya serahkan. BPN itu tadi," kata Ketua Pembina Yayasan Sunan Kalidjogo Kadilangu, R Agus Supriyanto, Kamis (2/12/2021).

Lahan wakaf terdampak tol, kata Agus, mencapai 10 hektare atau 58 bidang tanah wakaf, berupa area sawah di Kelurahan Kadilangu, Demak. Area tersebut sudah dalam pengurukan tanah pengerjaan jalan tol. Sejumlah kendaraan dan alat berat telah beroperasi, serta terdapat sejumlah sign pelaksana proyek jalan tol Semarang-Demak.

Agus mengatakan hingga sejauh ini pergantian tanah wakaf yang dijanjikan juga belum ada pembicaraan lebih lanjut. Sesuai aturan, pergantian tanah wakaf terdampak proyek negara tidak diganti dengan uang namun diganti tanah dengan kualitas yang sesuai.

Aset peninggalan Sunan Kalijaga tersebut, lanjutnya, selama ini dikelola dan diatur oleh yayasan. Dalam strukturnya ada seorang yang menjadi nadzir atau pengelola tanah wakaf

"Nadzir tidak merasa dihubungi, diajak persetujuan dan sebagainya. Tiba-tiba tanah sudah diuruk dikerjakan dan lahan penggantinya belum jelas di mana, tidak tahu. Padahal sertifikat sudah terlanjur saya berikan," ujar Agus.

Lahan Wakaf Sunan Kalijogo terdampak tol Semarang-DemakSekretariat Yayasan Sunan Kalijdogo Kadilangu (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)

Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Nadzir, Raden Krisnaidi mengatakan bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dengan adanya pengurukan sawah di lahan wakaf tersebut.

Perihal pengurukan lahan di sawah wakaf tersebut, ia menilai tak berizin. Ia mengatakan panitia tol seharusnya izin terlebih dahulu kepada yayasan atau seluruh nadzir.

"Saya hanya nadzirnya aja, sepenuhnya saya serahkan kepada pembina atau ketua yayasan," pungkasnya.

Atas terjadinya keberatan itu, Humas PT Pembangunan Perumahan (PT PP), selaku pelaksana proyek Infrastruktur 1 Tol Semarang-Demak, Robby Sumarna, menjelaskan bahwa pihaknya bertindak berdasarkan keputusan pengadilan, terkait adanya konflik internal ahi waris Sunan Kalijogo.

"Yang inkrah (keputusan hukum tetap) itu di yayasan yang menang. Keputusan pengadilan menunjuk yayasan yang (Yayasan) Kalijaga ya kalau tidak salah, yang (dipimpin) Agus Riyanto. Kita berpedoman terhadap putusan pengadilan, yang dimenangkan kan yang satu, jadi yang kita pakai adalah izin yang satu (Yayasan Sunan Kalijaga)," kata Robby Sumarna, Jumat (3/12).

Simak juga Video: Jokowi: Pemanfaatan Wakaf Jangan Terbatas untuk Tujuan Ibadah

[Gambas:Video 20detik]




(mbr/mbr)