Bikin Geram! Begini Pengakuan Begal Payudara di 11 TKP Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 11:34 WIB
Pelaku begal payudara di Polres Klaten, Kamis (2/12/2021).
Pelaku begal payudara di Polres Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pelaku begal payudara, Fendi Indra Setiawan (31) yang beraksi di Klaten, Jawa Tengah dibekuk polisi. Kuli bangunan itu ditangkap karena gentayangan meremas payudara dengan dalih mencari kepuasan.

"Ya untuk mencari kepuasan, setelah dapat ya biasa saja. Sudah 10 kali tapi saya lupa di mana saja," ungkap Fendi pada wartawan saat konferensi pers Mapolres Klaten, Kamis (2/12/2021).

Pria yang merupakan warga Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah ini menuturkan saat bersaksi menyasar korban yang sedang mengendarai motor. Dia kemudian beraksi dari arah samping.

"Dari samping, Pak. Pokoknya kalau ada cewek," sebut Feni.

Niat berbuat cabul itu, terang Fendi, tidak dibawa dari rumah tetapi saat di tengah jalan. Namun dia mengaku biasanya beraksi pada hari Minggu.

"Ya niatnya dari rumah. Biasanya hari Minggu saja, sambil muter-muter," kata Fendi.

Fendi mengatakan dirinya dulu pernah hobi menonton film porno. Tapi setelah punya istri, aktivitasnya itu tidak dia dilakukan lagi.

"Dulu pernah nonton film porno tapi sekarang sudah nggak," pungkas Fendi.

Sebelumnya diberitakan, Sat Reskrim Polres Klaten menangkap Fendi Indra Setiawan warga Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah. Pelaku pencabulan dengan modus begal payudara itu sudah beroperasi di banyak lokasi.

Saat dihadirkan di jumpa pers Polres Klaten, pagi ini, Fendi tampak tenang. Kuli bangunan itu dibawa dari tahanan ke halaman Mapolres dengan tangan diborgol.

Pria berambut lurus yang mengaku sudah berkeluarga itu lebih banyak diam. Saat diambil gambarnya pun dia terus menundukkan kepalanya.

Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah mengatakan tersangka Fendi ditangkap berdasarkan laporan salah seorang korban. Korban melapor tanggal 30 November 2021.

"Laporan polisi 30 November 2021 dan kejadian di Jalan Kemangi, Klasemen, Klaten Tengah di depan TK Gracia. Waktu kejadian Minggu tanggal 31 Oktober," sebut Abdillah pada wartawan, hari ini.

"Pelaku beraksi di 11 TKP. 10 kali di TKP lain dan yang ke 11 di Klasemen," lanjut Abdillah.

(sip/mbr)