Komplotan Tabib Palsu di Semarang Ditangkap, Korban Rugi Miliaran

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 14:38 WIB
Komplotan penipu bermodus pura-pura jadi tabib di Semarang, Selasa (30/11/2021).
Komplotan penipu bermodus pura-pura jadi tabib di Semarang, Selasa (30/11/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Polda Jawa Tengah membekuk enam orang komplotan penipu yang beraksi dengan berpura-pura menjadi tabib. Polisi menyebut aksi mereka membuat korban rugi hingga miliaran rupiah.

"Sekitar 19 hari lakukan penyelidikan alhamdulillah membuahkan hasil. Kami Direktorat menurunkan tim dipimpin seorang polwan dan mampu menangkap di beberapa tempat. Pertama di daerah Jakarta kemudian Pemalang, terakhir di Batam. Kemudian ada juga pelaku ditangkap di Bandara Soetta mau ke Jambi," ujar Direskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (30/11/2021).

Enam pelaku yang ditangkap itu yakni Nana Suryana warga Bekasi, Thjia Djuk Fungsi alias Bunda warga Jakarta Utara, Lie Sian Nie alias Ani warga Pontianak, Agustina warga Jakarta Utara, Daryono warga Pemalang, dan Parsinah warga Wonosobo.

Djuhandani mengungkap peristiwa penipuan itu terjadi pada 2 November 2021 lalu. Korban adalah HJ (60) warga Wonotingal, Kota Semarang.

Awalnya korban sedang sendirian di daerah Pecinan Semarang, tepatnya Pasar Gang Baru. Saat itu pelaku Lie Sian Nie alias Ani mendatangi korban dan berpura-pura meminta tolong mencari obat herbal untuk suaminya.

Kemudian, pelaku lain yakni Agustina datang dan mengaku tahu toko obat herbal yang sedang dicari. Lalu di daerah Wotgandul, ada tersangka lain yang bergabung yaitu Thajia Djuk Fung alias Bunda. Bunda mengaku sebagai cucu tabib. Saat itulah Bunda melancarkan aksi penipuannya dengan menyebut korban terpengaruh hal klenik dan harus disucikan.

"Kemudian korban ditakuti dan disebut korban habis menginjak darah perawan mati. Hal itu berakibat ke kesehatan. Diyakinkan dan korban percaya. Kemudian ditunjukkan seorang tabib. Korban dimintai sesuatu atau tidak boleh simpan emas dan sebagainya dan diberikan kepada tersangka," jelasnya.

Dengan segala siasatnya, pelaku meyakinkan korban untuk menyerahkan harta bendanya. Hingga korban menyerahkan total Rp 500 juta kepada tersangka yang ditukar dengan dua botol air mineral, tiga bungkus garam dan tisu. Setelah menipu korban, pelaku kabur ke Jakarta.

"Yang dilakukan itu, tersangka melihat korban dan memainkan psikologinya. Ini baru ketemu dan langsung dimainkan," ujarnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita uang Rp 110 juta, uang 25 lembar mata uang dolar, emas batangan, 8 ponsel dan lainnya. Dari penyidikan polisi, diketahui pelaku sudah beraksi di beberapa provinsi.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...