3 Lokasi di Bantul Ini Akan Ditutup Saat Malam Tahun Baru, Mana Saja?

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 10:31 WIB
Gerbang masuk pusat Kabupaten Bantul, Senin (29/11/2021).
Geapura masuk pusat Kabupaten Bantul, Senin (29/11/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menutup tiga lokasi yang dinilai menjadi titik kerumunan saat malam pergantian tahun baru. Selain itu, kawasan Pantai Parangtritis akan mendapatkan pengawasan khusus karena menjadi tempat favorit merayakan pergantian tahun.

"Jadi untuk di Bantul ada tiga lokasi yang akan ditutup pada malam pergantian tahun. Nah, tiga itu di lapangan Paseban, Pasar Seni Gabusan dan kawasan SSA (Stadion Sultan Agung)," kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta saat dihubungi wartawan, Senin (29/11/2021).

Pihaknya juga tetap menerapkan aturan ganjil genap bagi kendaraan bermotor karena efektif menekan kerumunan wisatawan. Kemudian pihaknya juga melakukan penyekatan di sejumlah titik menuju objek wisata, khususnya jalur menuju kawasan Pantai Parangtritis.

"Tapi mami masih koordinasikan terkait titik penyekatan maupun teknisnya," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta menambahkan bahwa lokasi objek wisata mendapat perhatian karena berpotensi menjadi lokasi munculnya kerumunan saat malam pergantian tahun.

"Parangtiris mungkin satu tempat yang mendapat pengawasan khusus. Karena biasanya saat tahun baru di kota bergeser ke pantai," katanya.

Selain itu pihaknya bersama kepolisian, TNI, dan berbagai instansi terkait akan melakukan pemantauan kegiatan-kegiatan di hotel-hotel, objek wisata, dan perkampungan. Semua itu agar masyarakat tidak menggelar kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan saat malam pergantian tahun.

Pihaknya juga mengimbau kepada semua pengelola gereja di Bantul untuk mematuhi protokol kesehatan PPKM Level 3 dalam menyelenggarakan ibadah. Selain itu, pihaknya akan mengawasi proses kegiatan ibadah di gereja mulai 24-26 Desember 2021.

"Pemantauan lebih diperketat lagi mulai 30 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022," ujarnya.

(sip/mbr)