Ditanya soal Kans Duet Ganjar-Airlangga, Golkar Jawab Begini

Ari Purnomo - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 23:23 WIB
Ketua Bappilu DPP Partai Golkar Zainudin Amali, Solo, Minggu (28/11/2021).
Ketua Bappilu DPP Partai Golkar Zainudin Amali, Solo, Minggu (28/11/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)

Untuk simulasi koalisinya, menurut Saidiman, Golkar, NasDem, dan Demokrat memiliki historis yang baik dan para pimpinannya memiliki kedekatan emosional. Contohnya, Surya Paloh yang pernah menjabat Ketua Dewan Penasihat Golkar.

Termasuk, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saidiman menyebut SBY juga memiliki kedekatan ideologis dengan orang-orang Golkar.

"Poros alternatif yang dasarnya secara ideologis itu katakanlah poros kuning, yang menyebutnya itu boleh jadi karena Demokrat, Pak SBY juga punya kedekatan ideologis dengan orang-orang Golkar pada dasarnya," sebutnya.

Saidiman menilai Demokrat bakal legawa mengusung Ganjar dan Airlangga. Demokrat, kata dia, memiliki kepentingan yang lebih sakral ketimbang memaksakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju sebagai capres atau cawapres.

"Itu sama saja pada 2009 ketika Demokrat menjadi partai nomor 1. Ketika itu dan salah satu cara mengembalikan kejayaan itu adalah dengan menemukan figur yang populer di publik," papar Saidiman.

"Dulu Demokrat ini muncul sebagai semacam kuda hitam dalam pemilihan legislatif, karena sosok Pak SBY yang sangat kuat ketika itu sangat populer. Jadi Pak SBY mendongkrak perolehan legislatif pada Demokrat saat itu," kata dia.

Kembali ke simulasi pasangan Ganjar-Airlangga. Saidiman berpandangan pasangan ini saling melengkapi, terpenting bisa bekerja dengan baik.

"Kalau saya melihat itu pasangan yang cukup ideal yang tadi saya katakan. Satu sisi, kan presiden dan wakil presiden itu bukan cuma membutuhkan menang, tapi juga nanti kalau menang mereka bisa bekerja dengan baik dan karena itu sosok pendamping teknokratis itu dibutuhkan," pungkasnya.


(sip/sip)