Demi Lenyapkan Stigma Ritual Seks, Gunung Kemukus Diguyur Rp 48 M

Andika Tarmy - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 19:36 WIB
The New Kemukus, Sragen.
The New Kemukus, Gunung Kemukus, Sragen. (Foto: dok Kominfo Kabupaten Sragen)
Sragen -

Pemkab Sragen Jawa Tengah tengah berupaya mengikis stigma ritual seks yang selama ini melingkupi objek wisata Gunung Kemukus. Dana Rp 48 miliar digelontorkan demi menata objek wisata ini menjadi The New Kemukus berkonsep wisata ziarah dan keluarga.

"Dapat dana dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian PUPR, sebesar Rp 48 miliar untuk penataan kawasan wisata Gunung Kemukus. Tujuannya mengubah stigma negatif yang telah ada sejak dulu menjadi positif. Membuat New Kemukus yang nyaman untuk keluarga maupun peziarah," kata Penanggungjawab Obyek Wisata Gunung Kemukus, Marcelo Suparno, saat dihubungi detikcom, Minggu (28/11/2021).

Penataan kembali kawasan wisata Gunung Kemukus ini sudah dimulai sejak Oktober 2020 lalu. Targetnya, proses revitalisasi yang saat ini sudah rampung 98 persen akan selesai sepenuhnya pada 5 Desember 2021.

Dengan adanya penataan ini, lanjutnya, wajah Gunung Kemukus pun berubah total. Suparno menyebut setidaknya ada delapan bangunan baru yang kini menghiasi New Kemukus.

"Di timur jembatan Barong, dibangun terminal pengunjung dan lokasi kuliner. Sementara di gerbang jembatan, ada tugu yang sakral dan megah sebagai ikon baru New Kemukus," terangnya.

Masuk ke lokasi wisata, lanjut Suparno, kini ada plasa penerima tamu disertai gedung kantor dan ticketing baru. Di plasa ini, terdapat relief yang mengisahkan perjalanan Pangeran Samudro dari runtuhnya Majapahit hingga akhir kisahnya di Gunung Kemukus.

"Kemudian di sebelah kanan diubah jadi taman untuk wisata keluarga kurang lebih 300 meter dari arah loket sampai ke Sendang Ontrowulan, semuanya berkonsep nuansa budaya jawa," imbuhnya.

Suparno melanjutkan, kawasan Sendang Ontrowulan dipugar dengan ditambah beberapa bangunan seperti pendopo, ruang doa, ruang ganti, toilet dan gazebo. Sementara di tangga menuju makam dibangun pendopo terbuka, serta museum.

"Bangsal Pangeran Samudera yang sakral juga dipugar. Bangunannya diganti semua, namun empat cagak (pilar) masih kita pertahankan," jelasnya.

Kini, wajah Kemukus pun semakin cantik dengan banyaknya penataan dan pemugaran. Suparno berharap, 'Kemukus baru' ini mampu menghapus stigma lama yang sudah bertahun-tahun menempel.

Dengan Kemukus yang cantik dan nyaman, pihaknya berharap mampu memadukan konsep wisata keluarga dan reliji di obyek wisata ini. Begitu pun juga dengan para peziarah, Suparno berharap mereka tidak lagi terjebak dengan mitos yang keliru, namun mampu memahami konsep ziarah yang sebenar-benarnya.

"Sesuai dengan ungkapan Jawa. Barang siapa yang ingin terkabul ziarahnya, panas hujan bukan merupakan halangan, yang penting niat kita untuk berziarah mendoakan yang sumare (meninggal) dan diri sendiri dengan kesungguhan hati. Dengan lantaran bekerja keras, tentunya apa yang menjadi permohonan kita akan dikabulkan Tuhan yang maha kuasa," pungkasnya.

Simak juga 'Miris, Ruang Kelas di Sragen Nyaris Roboh-Tak Layak Huni':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)