Duh, Guiding Block di Kudus Ini Bisa Bikin Tunanetra Nabrak Tiang!

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 13:51 WIB
Guiding block di Kudus yang bisa bikin tunanetra nabrak tiang, Minggu (28/11/2021).
Guiding block di Kudus yang bisa bikin tunanetra nabrak tiang, Minggu (28/11/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) mengeluh karena masih banyaknya fasilitas umum seperti trotoar di Kudus, Jawa Tengah yang tidak ramah untuk difabel. Bahkan ada trotoar dengan guiding block yang di tengahnya terdapat tiang listrik.

"Trotoar masih jauh dari kata layak dari difabel, termasuk fasilitas umum seperti taman masih jauh layak untuk teman-teman difabel," kata Ketua FKDK, Rismawan Yulianto, usai konvoi inklusi memperingati Hari Disabilitas Internasional di Balai Jagong Kudus, Minggu (28/11/2021).

Rismawan memberikan contoh seperti trotoar di Jalan Bakti Kecamatan Kota Kudus. Di sana terdapat trotoar yang sebenarnya sudah dikonsep baik untuk memenuhi kebutuhan tunanetra dengan adanya guiding block.

Sayangnya di tengah tanda tersebut terdapat tiang listrik. Sehingga tunanetra yang mengikuti guiding block itu otomatis akan menabrak tiang yang berada di tengah trotoar.

"Tapi terkadang di (misalnya) Jalan Bakti itu difabel menabrak ke tiang listrik dan tiang lampu. Itu kan di setiap trotoar ada guiding block untuk teman-teman tunanetra, nah itu yang membangun kan itu mereka kurang mengerti jadi menabrak ke tiang listrik," ujar Rismawan.

Pantauan di Jalan Bakti Kecamatan Kota, Kudus, siang ini, tampak ada dua titik tiang listrik yang letaknya di tengah trotoar. Lokasi tersebut berada di sisi sebelah selatan Jalan Bakti.

Baca juga: Titenono, Cahyo!

Simak juga 'Unik, Perajin Biola di Kudus Bikin Modif Ukiran Pewayangan':

[Gambas:Video 20detik]



Tiang itu berdiri di tengah tanda jalan bagi difabel. Jika mereka melintas akan menabrak tiang tersebut.

"Saya minta teman-teman yang ada di pemerintahan agar setiap perencanaan pembangunan mengajak teman-teman difabel," ujar Rismawan.

"Kita mempunyai hak sama, kami berharap di pemerintah lebih peduli kepada teman-teman difabel," pungkas dia.

(sip/sip)