Pilu Ibu Digugat 2 Anaknya Gegara Tanah di Boyolali: Pengalaman Terpahit

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 19:18 WIB
Sri Surantini, ibu yang digugat anaknya soal hibah tanah, Boyolali, Jumat (26/11/2021).
Sri Surantini, ibu yang digugat anaknya soal hibah tanah, Boyolali, Jumat (26/11/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Sri Surantini (73) tak menyangka bakal menghadapi gugatan dari dua anaknya kandungnya, Rini Sarwestri (51) dan Indri Aliyanto (47), terkait hibah tanah. Dia merasa sudah adil terhadap anak-anaknya.

"Namanya ini pengalaman yang terpahit," kata Sri ditemui usai sidang pemeriksaan setempat di rumahnya, Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jumat (26/11/2021).

Sri Surantini menjadi tergugat 1 dalam gugatan yang dilayangkan dua anaknya, Rini dan Indri, terkait hibah tanah. Kedua penggugat juga menggugat tiga saudara kandungnya, Gunawan Djoko Hariyanto (55), Aris Haryono (50) dan Wiwik Wulandari (42), serta satu cucu, Afrizal Dewantara Putra (22), yang juga anak kandung Rini, sebagai tergugat.

"Saya sudah adil, wong dulu sudah tak kasih anak berdua itu (penggugat)," ujarnya.

Sri didampingi anak dan saudaranya bercerita, dulu saat Rini hendak membangun rumah di Salatiga, minta bantuan finansial. Kemudian oleh ibunya dijualkan tanah yang berada di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Tanah yang dijual itu luasnya sekitar 200 meter persegi.

"Terus Indri, waktu itu usaha mebel. Sertifikat tanah ini digadaikan ke bank. Bertahun-tahun nggak diangsur, sampai tanah ini mau dilelang. Terus tak jualkan tanah lagi di Desa Dibal, 350 meter persegi," jelasnya.

Di tahun 2011, karena umurnya semakin lanjut, dia membagi-bagikan tanah pekarangan di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, yang sempat akan dilelang bank tersebut. Tanah pekarangan yang selama ini dihuninya itu diberikan kepada tiga anaknya yang lain, yaitu Gunawan, Aris Haryono dan Wiwik Wulandari. Cucunya, Afrizal, yang sejak kecil ikut dirinya, juga diberikan bagian tanah.

"Sisa tanah ini, berhubung saya sudah tua dengan pikiran saya sendiri, daripada besoknya itu ramai-ramai terus tak kasihkan anak saya. Pertama Gunawan, terus yang nomor tiga, Aris. Terus yang nomor lima, Wiwik. Cucu saya (anaknya Rini) kan dititipkan saya. Saya kasihan dititipkan sini mulai kelas 4 SD sampai SMP. Berhubung ikut saya dari kecil terus tak kasihkan tanah depan rumah itu. Untuk masa depan cucu saya itu," terang Sri.

"Ceritanya begitu itu. Tidak ada orang lain yang membujuki, keluar dari hati nurani saya sendiri. Eh, tahu-tahu malah kejadian seperti ini," lanjutnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.