Pemeriksaan Setempat Kasus Ibu Digugat Anak soal Tanah Diamankan Polisi

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 15:13 WIB
Pemeriksaan setempat kasus anak gugat ibu soal hibah tanah di Boyolali, Jumat (26/11/2021).
Pemeriksaan setempat kasus anak gugat ibu soal hibah tanah di Boyolali, Jumat (26/11/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Pengadilan Negeri (PN) Boyolali menggelar pemeriksaan setempat (PS) dalam kasus dua anak gugat ibu kandung dan saudaranya. Sidang dilaksanakan di lokasi atau objek tanah yang menjadi sengketa.

Pemeriksaan setempat dipimpin hakim Sri Hananta. Seluruh pihak yang bersengketa juga tampak hadir. Termasuk dua penggugat yakni Rini Sarwestri (51), sebagai penggugat 1 dan Indri Aliyanto (47), penggugat dua. Kedua penggugat adalah anak kedua dan anak keempat.

Sedangkan pihak tergugat yakni Sri Surantini (73 -sebelumnya tertulis 86), yang merupakan ibu kandung penggugat. Sri Surantini, adalah tergugat 1. Kemudian tergugat 2 yakni anak pertama Sri Surantini, Gunawan Djoko Hariyanto (55); tergugat 3 yakni anak ketiga, Aris Aris Haryono (50); tergugat 4 yakni anak kelima Wiwik Wulandari (42), dan tergugat 5 yakni anak penggugat 1, Afrizal Dewantara Putra (22).

Hadir pula penasihat hukum tergugat dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, Priyanto. Agenda pemeriksaan setempat juga menarik perhatian warga sekitar. Personel polisi dan TNI turut mengamankan prosesnya.

Di tengah pemeriksaan setempat, majelis hakim meminta kepada pihak penggugat dan tergugat untuk menunjukkan objek tanah yang menjadi sengketa, di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Objek tanah yang menjadi sengketa tersebut luas 1.166 meter persegi, dibagi menjadi empat bidang.

"Mana saja, batas-batasnya mana, tunjukkan," pinta Sri Hananta, Jumat (26/11/2021).

Penggugat dan tergugat kemudian menunjukkan empat bidang berikut batasnya serta menyebut pemiliknya. Halaman depan atas nama Afrizal Dewantara Putra, cucu Sri Surantini atau anak Rini Sarwestri. Kemudian bidang di belakangnya, yang sudah ada rumahnya atas nama Wiwik Wulandari. Bidang di belakangnya lagi merupakan kebun hingga batas sungai atas nama Aris Haryono. Selanjutnya rumah sisi timur atas nama Gunawan Djoko Hariyanto.

Di akhir-akhir sidang, majelis hakim kembali mengimbau kepada kedua penggugat untuk dapat berdamai dengan para tergugat. Karena mereka merupakan satu keluarga, sehingga lebih baik jika semua persoalan dibahas bersama lewat musyawarah.

"Damai saja lah," imbau dia.

Sementara itu Humas PN Boyolali, Tony Yoga Saksana, mengatakan agenda pemeriksaan setempat dilaksanakan untuk melihat langsung objek tanah yang menjadi sengketa. Tony juga mengatakan, objek tanah yang disengketakan luasnya 1.166 meter persegi yang terdiri empat bidang.

"Sesuai dengan gugatan, tadi rekan-rekan juga saling mendengar juga ya, sesuai dengan yang disampaikan. 1.166 (meter persegi)," jelasnya.

Sidang selanjutnya dijadwalkan akan digelar di PN Boyolali pada Rabu (1/12) pekan depan. Sidang tersebut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

(sip/rih)